Bus Tentrem Naik Median & Tabrak PJU di Purwodadi Pasuruan
Purwodadi | Suarabangilmedia.com – Perjalanan penumpang Bus PO Tentrem bernomor polisi N 7560 UG terganggu pada Rabu pagi (29/5). Kendaraan besar itu tiba-tiba hilang kendali saat melaju di jalan raya Malang-Surabaya. Bus tersebut akhirnya naik ke median jalan dan menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU).
Insiden ini terjadi di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 05.00 WIB. Cuaca saat itu dilaporkan dalam kondisi normal. Sopir diduga kurang konsentrasi sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dengan baik.
Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tersebut dikemudikan oleh Samin, seorang warga Kecamatan Singgosari, Kabupaten Malang. Ia membawa bus dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), bus mendadak membelok ke kanan.
Aiptu Sofikon, anggota Poslantas Purwosari yang ditemui di lokasi, membeberkan kronologi kejadian. “Busnya melaju dari arah selatan ke utara, sesampainya di TKP mengarah ke kanan naik median dan tabrak satu tiang PJU hingga roboh,” bebernya. Benturan keras itu membuat tiang PJU langsung tumbang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden nahas ini. Seluruh penumpang dilaporkan selamat meskipun sempat mengalami kepanikan. Sopir juga tidak mengalami luka berarti akibat kecelakaan tersebut.
Setelah bus berhenti di median jalan, para penumpang segera turun dari kendaraan. Mereka kemudian dipindahkan ke bus Tentrem lainnya untuk melanjutkan perjalanan. Proses pemindahan berlangsung cepat dan tertib.
Bus yang menabrak tiang PJU itu mengalami kerusakan cukup parah pada bagian bodi depan. Tiang PJU yang ditabrak pun roboh dan tidak dapat digunakan lagi. Kerugian materiil menjadi satu-satunya dampak dari kecelakaan ini.
Proses evakuasi bus dilakukan pada pagi hari yang sama setelah kecelakaan. Petugas mendatangkan truk derek ke lokasi kejadian untuk menarik bus yang tersangkut di median. Evakuasi rampung sekitar pukul 08.30 WIB.
“Ini kecelakaan tunggal, diduga sopirnya kurang konsentrasi dan kurang berhati-hati. Korban nihil, hanya kerugian materiil saja,” terang Aiptu Sofikon mengakhiri penjelasannya. (HS)