Hebat! 638 Siswa MI se-Kabupaten Pasuruan Diwisuda Jadi Hafidz Al-Qur’an, Wakil Bupati Shobih Bangga Bukan Main
PASURUAN – Suarabangilmedia.com. Sebanyak 638 siswa Madrasah Ibtidaiyah atau MI se-Kabupaten Pasuruan resmi menyandang gelar sebagai penghafal Al-Qur’an Juz 30. Wisuda digelar khidmat di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, pada Jumat, 17 April 2026.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, serta sejumlah undangan kehormatan lainnya. Suasana penuh kebanggaan tampak dari wajah para orang tua yang hadir mendampingi putra-putri mereka.
Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan, Haryono, memberikan penjelasan di balik wisuda ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah puncak dari rangkaian ujian munaqasoh yang sebelumnya telah digelar.
“Sebanyak 776 siswa mengikuti ujian tahfidz munaqasoh pada tanggal 6 Februari lalu di Masjid Cheng Hoo Pandaan. Dari jumlah itu, yang dinyatakan lulus adalah 638 siswa,” jelas Haryono.
Apa yang harus dihafal oleh para peserta ujian? Mereka dituntut untuk mampu menghafal Juz 30 secara utuh. Selain itu, beberapa surat pilihan dalam Al-Qur’an juga menjadi materi ujian, terutama surat ke-1 hingga ke-15.
Bagi Haryono, kelulusan 638 siswa ini adalah bukti nyata betapa besar kecintaan anak-anak terhadap kitab suci Al-Qur’an.
“Karena setiap hari mereka diajarkan membaca sekaligus menghafal surat dalam Al-Qur’an,” singkatnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori yang akrab disapa Gus Shobih, mengaku sangat bangga dan takjub. Pasalnya, para penghafal Al-Qur’an ini tidak hanya berasal dari pondok pesantren atau lembaga pendidikan khusus tahfidz. Mereka justru berasal dari Madrasah Ibtidaiyah biasa.
“Saya bangga sekali dengan adik-adik MI ini. Mereka bisa menghafal sampai 15 juz di dalam Al-Qur’an, bukan dari ponpes khusus tahfidzul Qur’an tapi dari madrasah,” tegas Gus Shobih dengan penuh rasa kagum.
Ke depan, Gus Shobih berharap para siswa yang telah diwisuda tidak hanya sekadar hafal. Lebih dari itu, mereka harus mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini menunjukkan akhlak yang dimiliki generasi kita karena banyak yang menghafal Al-Qur’an. Insya Allah berakhlakul karimah. Pesan saya, jangan hanya dihafalkan, tapi beraktivitas berdasarkan apa yang ada di Al-Qur’an,” harapnya. (*)