Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

“Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?” – Klik Kanan Pasuruan Mengembalikan KKG Sebagai Ruh Peningkatan Mutu Madrasah

0
WhatsApp Image 2026-04-21 at 17.27.18

Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Sebuah gerakan kesadaran kolektif mulai bergema di kalangan guru madrasah se-Kabupaten Pasuruan. Bertajuk “Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?”, Klik Kanan Pasuruan mengajak seluruh tenaga pendidik merevitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG). Bukan sekadar slogan, ini seruan mengambil tanggung jawab bersama di tengah tantangan pendidikan.

Selama bertahun-tahun, banyak KKG di madrasah hanya berjalan sebagai rutinitas administratif. Pertemuan dilakukan, absen ditandatangani, namun dampak nyata di ruang kelas nyaris tak terasa. Guru datang, mendengar, lalu pulang tanpa ruang refleksi dan kolaborasi mendalam.

Klik Kanan Pasuruan hadir untuk mematahkan siklus itu. Mereka mengubah KKG menjadi laboratorium praktik baik, tempat guru berani berbagi kegagalan sekaligus keberhasilan. Setiap pertemuan dirancang untuk langsung merancang aksi nyata, bukan sekadar teori.

“Kami tidak ingin KKG hanya jadi formalitas. Kalau mutu madrasah mau naik, gurunya harus tumbuh dulu,” ujar salah satu inisiator Klik Kanan Pasuruan. “Dan guru tumbuh ketika mereka punya ruang aman untuk belajar bersama.”

Gerakan ini juga mendorong digitalisasi portofolio pembelajaran dan supervisi sebaya. Guru tak lagi bekerja sendiri; mereka saling mengunjungi kelas, memberi umpan balik jujur, dan merancang perangkat ajar secara kolektif. Suasana yang dulu kaku kini hangat dan produktif.

Para kepala madrasah dan pengawas pun merespons positif program ini. Mereka menilai Klik Kanan Pasuruan tidak membebani guru dengan birokrasi berlebih. Justru, gerakan ini mengembalikan esensi profesi guru: belajar sepanjang hayat bersama kolega.

“Ini yang selama ini hilang. Rasa memiliki terhadap mutu madrasah,” ujar seorang kepala madrasah di Kecamatan Bangil. Beberapa madrasah bahkan mulai melaporkan peningkatan partisipasi siswa dan kreativitas mengajar guru.

Dengan semangat “Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?”, Klik Kanan Pasuruan menegaskan kebangkitan madrasah dimulai dari guru. Dan kebangkitan guru dimulai dari KKG yang hidup. Pasuruan, kini sedang menulis buktinya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami