Listrik Desa Sedaeng Tosari Tersendat Izin Hutan Lindung
Bangil | Suarabangilmedia.com – Harapan warga Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, untuk menikmati listrik secara stabil kembali tertahan. Proyek penyambungan jaringan listrik tersendat karena satu masalah klasik. Jalur kabel harus melintasi kawasan hutan lindung yang membutuhkan izin prinsip khusus.
Persoalan ini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Pemerintah daerah bersama PLN dan Perhutani terus mengintensifkan koordinasi. Mereka bersama-sama mencari solusi agar proyek tidak berlarut-larut tanpa kepastian.
Sejumlah diskusi lapangan telah dilakukan untuk memastikan jalur pemasangan tetap efisien. Semua pihak berusaha mencari jalan tengah tanpa melanggar aturan konservasi. Keberadaan hutan lindung memang tidak bisa diganggu gugat, tetapi warga juga berhak mendapat listrik.
Manager PLN UP3 Pasuruan, Agus Susanto, menjelaskan kendala utama proyek ini. “Jalur kabel memang harus masuk kawasan hutan lindung, sehingga diperlukan izin prinsip sebelum pekerjaan bisa dilanjutkan,” ujarnya. Izin ini menjadi pintu pertama yang harus dibuka.
Menurut Agus, rute tersebut merupakan satu-satunya jalur paling memungkinkan secara teknis. Tidak ada alternatif lain yang bisa menjangkau permukiman warga di wilayah pegunungan tersebut. Terpaksa, jalur harus melewati kawasan lindung.
Di sisi lain, pihak Perhutani menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan proyek. Adm Perhutani, Ivan Cahyo Susanto, menyebut pihaknya akan memperbarui data teknis. Data ini akan menjadi dasar penentuan izin prinsip yang diperlukan.
“Kami akan memperbarui administrasi melalui surat dari kepala desa,” jelas Ivan. Dengan surat tersebut, pemeriksaan lapangan dan kebutuhan biaya bisa segera difinalkan. Semua proses diharapkan berjalan cepat tanpa mengorbankan aturan konservasi.
DPRD Kabupaten Pasuruan juga ikut mendesak percepatan proyek ini. Mereka meminta PLN dan Perhutani segera menyelesaikan masalah perizinan. Warga Desa Sedaeng sudah terlalu lama menunggu aliran listrik yang memadai.
Masyarakat Tosari, terutama di wilayah pegunungan, berharap proyek ini segera rampung. Listrik yang stabil akan meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi. Koordinasi intensif antara PLN, Perhutani, dan pemda terus dilakukan. (HS)