Quraisyiyah, Ketua PN Pasuruan: Perempuan Bisa Memimpin, Buktinya Saya!
PASURUAN – Suarabangilmedia.com. Siapa bilang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin? Quraisyiyah, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan, adalah bukti nyata bahwa kaum hawa juga mampu memimpin lembaga strategis. Ia dipercaya membawa peradilan menjadi institusi yang dihormati masyarakat.
Perjalanan Quraisyiyah menuju kursi pimpinan tidaklah instan. Ia memulai karier dari bawah. Pada 2006, ia bergabung sebagai calon hakim dan bertugas di berbagai daerah.
Ia pernah menjadi hakim di PN Tais, PN Rangkasbitung, PN Pasuruan, dan PN Kabupaten Kediri. Kemudian ia dipercaya sebagai wakil ketua di PN Sumenep, lalu kembali ke Pasuruan sebagai wakil ketua pada 2024.
Sejak November 2025, ia resmi menjabat sebagai Ketua PN Pasuruan. Total pengalamannya sebagai hakim sudah lebih dari 20 tahun.
“Memang yang paling lama itu di PN Pasuruan. Sebelum menjadi wakil ketua dan dipercaya menjadi ketua, saya sempat menjadi hakim di sini selama lima tahun, dari 2016 sampai 2021,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur, ini mengaku bahwa berpindah-pindah tempat tugas mengajarkannya banyak hal. Ia harus belajar menyesuaikan diri dengan karakter rekan sejawat dan pegawai yang berbeda-beda.
“Berpindah-pindah membuat saya bertemu dengan orang yang punya karakter berbeda. Di situ kita harus pandai menempatkan diri,” jelasnya.
Ia selalu berusaha mempelajari situasi, karakter, dan kondisi kantor terlebih dahulu. Dari situ, ia membangun komunikasi sebaik mungkin agar semua pihak saling menghormati dan tidak terjadi salah paham.
Sebagai seorang pemimpin, Quraisyiyah juga rajin belajar dari para pendahulunya. Sikap dan perkataan baik yang disampaikan oleh ketua PN terdahulu selalu ia coba ikuti. Cara mereka berkomunikasi dengan anggota dan sesama hakim juga ia perhatikan dengan saksama.
“Pemimpin itu kan role model atau contoh,” tegas ibu satu anak ini.(*)