May 23, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

100 Petugas Periksa Hewan Kurban di 24 Kecamatan Pasuruan

0
20260523-12114647171-0-1001891695

Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Sebanyak 100 petugas dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah lapak penjualan ternak yang tersebar di 24 kecamatan. Langkah ini bertujuan menjamin keamanan pangan masyarakat saat Idul Adha.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi bagian penting. “Penyakit ternak masih ada seperti penyakit mulut dan kuku yang masih harus kita waspadai dan penyakit menular lainnya. Selain itu, kelayakan ternak untuk bisa digunakan sebagai hewan kurban atau tidak harus diperhatikan, dilihat poet dan lainnya,” katanya, Sabtu (23/5/2026).

Petugas memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh. Mulai dari mata, hidung, mulut, kulit, bulu, hingga suhu tubuh. Hewan juga harus dipastikan mampu berdiri dan berjalan normal sebelum dinyatakan sehat.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan menerjunkan 100 petugas dan pengawas. Mereka disebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Pemeriksaan berlangsung selama Hari Raya Idul Adha hingga H+3.

“Jadi kami bentuk Tim Pengawas Hewan Qurban ada 100 orang yang kami sebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan selama pemeriksaan hewan qurban,” imbuh Syaifi.

Setiap petugas yang melakukan pemeriksaan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Perlengkapan tersebut meliputi masker, sarung tangan, dan apron. APD digunakan untuk menjaga keamanan selama proses pemeriksaan berlangsung.

DKP3 juga menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti kelayakan ternak. Surat ini kemudian ditempel di lapak penjualan sebagai tanda bahwa hewan tersebut sudah diperiksa dan dinyatakan sehat. “Setelah diperiksa dokter hewan dan petugas dengan hasil semuanya sehat dan kami berikan surat keterangan kesehatan hewan,” tegas Syaifi.

Sementara itu, Irfan, salah seorang pedagang hewan kurban, mengaku permintaan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha. “Saya menyediakan 10 ekor sapi dan 80 ekor kambing untuk dijual,” katanya.

Harga kambing dibanderol mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, tergantung dari ukuran dan kualitas. Sementara itu, sapi bali dijual mulai Rp20 juta per ekor. Masyarakat diimbau membeli hewan kurban di lapak yang sudah memiliki SKKH untuk memastikan kesehatan ternak. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *