2 Atlet Selam Pasuruan Borong 6 Medali di Kejurda Jatim
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Prestasi gemilang diraih atlet selam Kota Pasuruan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Finswimming Jawa Timur. Ajang bergengsi ini berlangsung pada 9-10 Mei 2026. Total enam atlet berhasil meraih medali, dengan dua di antaranya membawa pulang medali emas.
Kedua atlet yang mengharumkan nama Kota Pasuruan adalah Diki Zulkarnain dan Alfiansyah Imam. Mereka tampil luar biasa di bawah tekanan kompetisi yang ketat. Para atlet lain dari berbagai kota juga menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Diki Zulkarnain berhasil memborong dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Raihan ini membuatnya menjadi atlet paling sukses dari Kota Pasuruan dalam kejurda kali ini. Penampilannya sangat konsisten di semua nomor yang diikuti.
Alfiansyah Imam tidak kalah cemerlang. Ia meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Keberhasilan ini membuktikan bahwa pembinaan atlet selam di Kota Pasuruan berjalan dengan baik. Keduanya menjadi andalan tim.
Dua medali emas dipersembahkan Diki Zulkarnain di nomor 100 Bifin Kelompok Umur (KU) D putra dan 200 Bifin KU D putra. Diki juga meraih medali perak di nomor 400 Bifin KU D putra dan medali perunggu di nomor 50 Bifin KU D putra.
Sementara itu, Alfiansyah Imam membawa pulang medali perak di nomor 200 meter bifin KU A Putra. Ia juga meraih medali perunggu di nomor 100 meter bifin KU A putra. Prestasi ini menjadi modal berharga untuk kejuaraan berikutnya.
Agus Triono, pelatih selam Kota Pasuruan, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat puas dengan hasil ini. Bisa raih enam medali dalam kejurda. Sesuai harapan,” katanya. Enam medali dari dua atlet andalan adalah pencapaian yang membanggakan.
Dalam kejurda tersebut, POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Pasuruan menerjunkan 18 atlet. Mereka bertanding selama dua hari penuh. Dua atlet andalan tampil luar biasa dengan memborong enam medali.
“Diki tampil luar biasa dengan dapat empat medali: dua emas, satu perak, satu perunggu,” tambah Agus. Capaian ini menunjukkan bahwa Diki memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
Agus menyebut pihaknya tidak ingin atlet berpuas diri. Masih ada hal yang perlu diperbaiki. “Yang perlu lebih mendapatkan perhatian adalah pola istirahat dan pola makannya karena mereka masih pelajar, jadi istirahat sore hari menjelang latihan kurang,” ujarnya.
Bagi atlet lain yang belum meraih medali, Agus berpesan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan. Kunci keberhasilan dalam kejurda adalah disiplin saat latihan. Tanpa disiplin, mustahil meraih prestasi maksimal.
POSSI Kota Pasuruan kini membidik target lebih tinggi. Mereka akan mempersiapkan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Cirebon. Prestasi di kejurda ini diharapkan menjadi modal penting untuk meraih hasil optimal di tingkat nasional. (HS)