Bupati Pasuruan Temui BP TASKIN, Bahas 3 Masalah Besar Daerah
Bangil | Suarabangilmedia.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan pembenahan infrastruktur di daerahnya. Langkah konkret diambil dengan menggelar audiensi bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) di Kantor Wakil Kepala BP TASKIN, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala BP TASKIN, Iwan Sumule, dan Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas, Novrizal Tahar.
Bupati Pasuruan, Mas Rusdi, memaparkan kondisi kemiskinan di daerahnya. Dari total 1,7 juta penduduk, sekitar 342.000 jiwa atau 20 persen masuk dalam kategori warga miskin. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Meski angka kemiskinan terbilang tinggi, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi ekonomi yang kuat. Potensi tersebut meliputi sektor perikanan, pertanian, kawasan industri, hingga industri cerutu yang sudah menembus pasar luar negeri.
Mas Rusdi mengungkapkan bahwa Kabupaten Pasuruan masih kekurangan sekitar 10.000 unit rumah layak huni. Sementara itu, anggaran daerah hanya mampu memperbaiki sekitar 400 unit per tahun. Pemerintah daerah sangat membutuhkan bantuan dari pusat untuk menutup kesenjangan ini.
Masalah banjir yang sudah bertahun-tahun melanda sejumlah wilayah juga menjadi topik pembahasan. Banjir terjadi karena sungai menyempit dari lebar 12 meter menjadi hanya 5 meter. Perlunya normalisasi sungai menjadi kewajiban pemerintah provinsi, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut.
Pemerintah daerah juga meminta dukungan pembangunan jembatan layang atau terowongan di perlintasan kereta api yang rawan terjadi kecelakaan. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan untuk keselamatan pengguna jalan.
BP TASKIN menyatakan siap membantu Kabupaten Pasuruan untuk berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum. Selain perbaikan infrastruktur, pengentasan kemiskinan juga akan didorong lewat pelatihan keterampilan kerja dan persiapan calon pekerja migran.
Pemkab Pasuruan telah menyiapkan sistem “Satu Data” yang menggabungkan data warga miskin dari berbagai sumber. BP TASKIN menekankan agar data ini terus diperbarui secara rinci, mencakup nama dan alamat lengkap setiap warga yang berhak mendapat bantuan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pasuruan akan menyusun proposal teknis untuk normalisasi sungai, pembangunan perlintasan kereta api, dan perbaikan rumah tidak layak huni. Data warga miskin juga akan diperbarui secara lengkap. BP TASKIN akan mendampingi serta memfasilitasi proses pengajuan ke kementerian terkait. (HS)