May 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

CBR Vs Vario di Gempol, Tanpa Helm, Tewas Hantam Tiang PJU

0
nahas-tiang-pju-lokasi-korban-yang-tak-kenakan-helm-menabrak-usai-senggolan-dengan-vario-PzPpV

Gempol | Suarabangilmedia.com – Kelalaian dalam mematuhi standar keselamatan berkendara berisiko besar terhadap ancaman di jalan. Karena tak jarang, kelalaian bisa memicu kecelakaan. Parahnya, kecelakaan yang terjadi sering kali memicu fatalitas yang tinggi. Kondisi ini menimpa Muchammad Feri Iswanto (26) , warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Pemuda itu tewas di lokasi kejadian setelah motor Honda CBR yang dikendarainya terlibat kecelakaan. Peristiwa terjadi di jalan kabupaten jurusan Beji-Gempol, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (17/5/2026). Korban mengembuskan napas terakhir dengan luka fatal di bagian kepala.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan kronologi petaka ini. Korban yang mengendarai motor Honda CBR bernomor polisi N 2062 TCO melaju sendirian dari arah selatan menuju utara. Kecepatan korban diduga cukup tinggi.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), diduga karena kurang konsentrasi dan kurang berhati-hati, motor korban menyerempet bagian kanan motor lain. Motor yang diserempet adalah Honda Vario bernomor polisi N 5425 TI.

Honda Vario tersebut dikendarai oleh Wahyu Okta Wijaya (37) , warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, yang melaju searah di depannya. Senggolan tersebut membuat motor CBR oleng hingga akhirnya tumbang ke aspal.

Tragisnya, karena berkendara tanpa mengenakan helm, kepala korban langsung membentur keras tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berdiri di tepi jalan. Benturan sangat keras terjadi karena kecepatan motor yang masih tinggi.

“Korban langsung meninggal dunia di TKP, akibat benturan keras di kepala. Yang fatal, korban saat itu sama sekali tidak memakai helm pelindung,” tegas Iptu Joko Suseno. Kepala korban mengalami luka parah dan tidak tertolong.

Pasca kejadian, jenazah korban segera dievakuasi oleh petugas bersama warga. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Watukosek, Gempol, untuk dilakukan visum dan identifikasi lebih lanjut. Keluarga korban yang tiba di rumah sakit tak kuasa menahan kesedihan.

Sementara itu, pengendara Vario, Wahyu Okta Wijaya, hanya mengalami luka ringan. Ia juga selamat karena menggunakan helm saat berkendara. Motornya mengalami kerusakan pada bagian samping kanan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengendara, terutama yang sering menggunakan motor sport. Kecepatan tinggi tanpa perlengkapan keselamatan lengkap adalah resep bencana. Helm bukan sekadar atribut, tetapi pelindung nyawa.

Polisi mengimbau pengendara untuk selalu memakai helm saat berkendara, bahkan untuk perjalanan pendek sekalipun. Kepala adalah organ vital yang sangat rentan cedera saat kecelakaan. Satu detik kelalaian bisa berakibat fatal. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *