Pemuda Purwosari Tewas Tertabrak Kereta di Purwodadi
Purwodadi | Suarabangilmedia.com β Ketenangan warga Dusun Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mendadak buyar pada Minggu pagi (24/5/2026). Seorang lelaki ditemukan tewas tertabrak KA Commuter Line CI-Dhoho di perlintasan kereta api setempat. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB.
Korban diketahui bernama MN (26) , seorang pemuda asal Kecamatan Purwosari. Ia diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara duduk di atas rel kereta. Saat kejadian, korban berada di atas jembatan rel.
Kapolsek Purwodadi, AKP M. Yusuf, menjelaskan kronologi kejadian. “Kereta api sudah membunyikan klakson berkali-kali, namun korban hanya diam saja dan tidak menghiraukan bunyi klakson. Akhirnya tertabrak dan korbannya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.
Setelah tertabrak kereta api, jasad korban nyangkut di atas jembatan yang berada di bawah rel. Proses evakuasi dilakukan pada pagi itu juga dengan melibatkan Tim SAR, BPBD Kabupaten Pasuruan, dan Polsek Purwodadi.
Dari tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban dimasukkan ke kantong mayat. Selanjutnya, jenazah dibawa ke IGD Puskesmas Purwodadi untuk pemeriksaan awal. Kemudian, korban dirujuk ke kamar mayat RSUD Bangil.
“Pihak keluarga menerima kematian korban, dan menolak dilakukan otopsi,” terang AKP M. Yusuf. Keluarga mengikhlaskan kepergian MN sebagai sebuah musibah.
Kapolsek Purwodadi menuturkan, korban ditengarai tewas karena bunuh diri. Saat kejadian, korban diketahui duduk di atas rel yang di bawahnya terdapat jembatan. Posisinya bukan untuk menyebrang atau berjalan.
“Sepertinya diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri,” kata kapolsek. Tidak ada tanda-tanda korban hendak menyeberang karena ia hanya duduk diam.
Saat berada di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti milik korban. Barang-barang tersebut antara lain HP, topi, rokok, dan korek api. Korban datang ke lokasi dengan berjalan kaki dari jauh.
MN diketahui masih berstatus lajang atau bujang. Pekerjaan sehari-harinya serabutan, tetapi lebih sering menjadi kuli bangunan. Tidak banyak yang tahu persis apa yang mendorongnya melakukan tindakan nekat tersebut. (HS)