Perempatan Randupitu Semrawut, Warga Minta Bantuan Pemkab
Gempol | Suarabangilmedia.com – Kesemerawutan di perempatan Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mulai dikeluhkan masyarakat. Kondisi ini terjadi pada jam-jam operasional sibuk, seperti jam sekolah dan jam masuk kerja. Warga meminta kebijakan khusus dari Pemkab Pasuruan untuk mengatasi masalah ini.
Video kemacetan panjang di perempatan Randupitu viral di media sosial beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut, antrean kendaraan tampak mengular cukup panjang. Arus lalu lintas nyaris tidak bergerak sama sekali.
Usulan pembatasan kendaraan umum dinilai sebagai solusi konkret. Rapat koordinasi bersama Forkopimcam Gempol, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah pihak terkait sudah dilakukan. Rapat berlangsung di Aula Kecamatan Gempol pada Selasa (12/5/2026).
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengakui kepadatan kendaraan di simpang empat Randupitu terus meningkat. Hal ini seiring berkembangnya kawasan industri dan bertambahnya aktivitas masyarakat. “Ketika jam sibuk pagi hari, kendaraan pekerja, pengantar sekolah dan truk besar bertemu di waktu yang sama. Itu yang membuat kemacetan cukup parah,” katanya.
Di sekitar Randupitu berdiri banyak perusahaan. Kendaraan besar seperti truk sumbu tiga hingga kendaraan angkutan logistik hampir setiap hari melintas. Mereka melintas bersamaan dengan jam sekolah dan jam masuk kerja karyawan.
Pihak desa mendorong adanya surat edaran pembatasan jam operasional kendaraan besar. Tujuannya agar tidak melintas pada waktu-waktu tertentu, khususnya saat aktivitas masyarakat sedang padat. “Kami mengusulkan adanya pembatasan jam operasional truk besar, terutama di jam anak sekolah dan jam masuk kerja,” jelas Fuad.
Simpang empat Randupitu saat ini menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di wilayah Gempol. Lokasi ini menjadi jalur penghubung menuju Bangil, Pandaan, Beji, hingga kawasan industri. Setiap tahun volume kendaraan terus meningkat.
Kapasitas jalan relatif tetap sementara volume kendaraan membesar. Kondisi ini membuat kemacetan sulit dihindari jika tidak ada penanganan serius. Fuad menegaskan pentingnya langkah nyata agar kemacetan tidak terus terulang setiap pagi.
Sebagai solusi jangka pendek, selain pembatasan kendaraan besar, pihak desa juga mengusulkan pemasangan traffic light. Lampu lalu lintas akan membantu pengaturan arus kendaraan dan penyeberang jalan. Diperlukan kajian lebih lanjut terkait penataan lalu lintas.
Kemungkinan pelebaran jalan di kawasan tersebut juga masuk dalam usulan. Pelebaran jalan akan memberikan ruang lebih bagi kendaraan yang melintas. Namun, hal ini membutuhkan anggaran dan pembebasan lahan yang tidak mudah.
Camat Gempol, Hadi Mulyono, menyatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung usulan pembatasan kendaraan besar di jam sibuk. “Saya sepakat perlu ada pengaturan jam melintas kendaraan besar. Tapi tentu harus dibahas bersama supaya pelaksanaannya efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya.
Koordinasi lanjutan dengan perusahaan maupun instansi terkait masih diperlukan. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar solusi yang dihasilkan bisa berjalan efektif. Warga berharap Pemkab Pasuruan segera turun tangan mengatasi kesemerawutan di perempatan Randupitu. (HS)