Produksi Garam Pasuruan Lebih Awal, Target Panen Meningkat
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Geliat produksi garam di Kota Pasuruan tahun ini dipastikan bergulir lebih awal. Para petani garam setempat sudah mulai berproduksi sejak awal Mei 2026.
Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan pun optimistis. Volume produksi emas putih tersebut bakal mendongkrak tajam dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif (akrab disapa Ayik), mengungkapkan percepatan masa produksi ini dipicu oleh datangnya musim kemarau yang lebih cepat dari siklus biasanya.
“Jika tahun lalu produksi baru bisa dimulai pada bulan Juli, tahun ini sejak awal Mei petani sudah bisa mengolah lahan. Kondisi cuaca kemarau yang datang lebih awal ini sangat menguntungkan bagi percepatan produksi,” jelas Ayik.
Dengan masa panen yang lebih panjang, Ayik meyakini target produksi tahun ini mampu memulihkan penurunan drastis yang terjadi pada tahun lalu.
Berdasarkan data dinas, produksi garam pada tahun 2025 merosot hingga mencapai 4.832 ton. Jumlah ini berkurang 1.135 ton jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2024.
Komoditas garam memang sangat bergantung pada stabilitas cuaca. Tingkat terik matahari yang tinggi otomatis mempercepat proses kristalisasi air laut.
“Insya Allah capaian tahun ini bisa jauh lebih tinggi. Prediksinya, cuaca kemarau kali ini akan lebih panas dan berlangsung stabil hingga Oktober mendatang,” imbuh Ayik optimistis.
Tahun ini, proyeksi lahan produksi garam di Kota Pasuruan tersebar di 107,99 hektare yang mencakup tiga wilayah kecamatan. Aktivitas produksi tersebut digerakkan secara rutin oleh enam Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar). (HS)