Sekda Pasuruan Rudiyanto Dimutasi ke Staf Ahli Sosbud, Ini Kata Wali Kota
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Mutasi besar-besaran yang dilakukan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo pada Kamis (30/4) menuai berbagai pertanyaan publik. Pasalnya, Sekda Kota Pasuruan Rudiyanto ikut terkena mutasi dalam gelombang ini. Rudiyanto resmi dimutasi menjadi staf ahli bidang sosial budaya (Sosbud).
Pergeseran jabatan ini otomatis membuat kursi sekda yang ditinggalkan Rudiyanto menjadi kosong. Pasalnya, pengisian jabatan sekda definitif harus melalui tahap seleksi yang panjang. Tidak bisa diisi langsung oleh pejabat lain tanpa mekanisme yang berlaku.
Proses pelantikan Rudiyanto sebagai staf ahli digelar di gedung kesenian Dharmoyudo Kota Pasuruan pada Kamis (30/4). Acara ini tidak hanya melantik Rudiyanto seorang. Ratusan pejabat lain juga ikut dilantik dalam gelombang mutasi kali ini.
Berikut rincian mutasi yang dilakukan: 6 orang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 131 orang administrator dan pengawas, serta 1 orang fungsional yang diberi tambahan tugas sebagai kepala UPT puskesmas. Total mutasi mencapai 138 pejabat dalam satu hari.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, yang akrab disapa Mas Adi, menegaskan bahwa mutasi adalah hal biasa dalam sebuah organisasi. Menurutnya, mutasi merupakan bentuk penyegaran sekaligus proses pengembangan karir bagi setiap aparatur sipil negara (ASN). Tidak ada yang perlu diributkan.
“Tour of duty atau kebijakan mutasi dan rotasi jabatan adalah hal yang umum dilakukan dalam organisasi,” jelas Mas Adi. Setiap ASN pasti akan melewati proses mutasi dalam perjalanan karirnya. Ini adalah bagian dari dinamika birokrasi yang sehat.
Mutasi Rudiyanto dari kursi sekda ke staf ahli Sosbud menjadi sorotan utama. Beberapa kalangan bertanya-tanya alasan di balik pergeseran ini. Namun Wali Kota memastikan bahwa ini adalah keputusan yang sudah dipertimbangkan matang.
Jabatan staf ahli Sosbud yang kini diemban Rudiyanto memiliki fokus pada pengembangan sosial dan budaya di Kota Pasuruan. Rudiyanto diharapkan bisa berkontribusi maksimal di posisi barunya. Pengalamannya sebagai sekda akan sangat berharga di bidang Sosbud.
Kursi sekda yang kosong akan diisi melalui seleksi terbuka sesuai aturan yang berlaku. Pemkot Pasuruan akan memulai proses seleksi dalam waktu dekat. Masyarakat berharap pejabat baru yang terpilih mampu membawa perubahan positif bagi birokrasi Kota Pasuruan. (HS)