Warga Kisik Geruduk Pendopo Kraton, Desak Kasun Dicopot
Kraton | Suarabangilmedia.com – Puluhan warga Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi damai di Pendopo Kecamatan Kraton pada Jumat pagi (29/5/2026). Mereka menuntut pemberhentian Kepala Dusun (Kasun) Kisik, Ubaidillah. Aksi berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 09.45 WIB.
Sekitar 50 warga terlibat dalam unjuk rasa ini. Meskipun membawa tuntutan yang serius, jalannya aksi berlangsung tertib dan kondusif. Aparat kepolisian dan TNI turut mengawal jalannya demonstrasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam forum audiensi yang digelar, warga secara bergantian menyampaikan keberatan mereka. Mereka menilai perilaku Kasun Kisik mencoreng nama baik masyarakat dan melanggar norma sosial maupun agama. Tuntutan pemberhentian pun disuarakan dengan lantang.
Rouf, warga Dusun Kisik, menegaskan bahwa masyarakat sudah tidak bisa menerima tindakan yang dilakukan Ubaidillah. “Yang dilakukan saudara Ubaidillah benar-benar tidak dapat diterima. Apalagi beliau tokoh masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta audiensi.
Ia menambahkan, masalah ini sebenarnya sudah ada upaya penyelesaian secara pribadi. “Kalau sudah ada uang kerahiman (santunan) kepada pihak keluarga itu urusan pribadi, tapi dampak sosial di masyarakat tidak hilang,” tegas Rouf. Warga pun meminta pemerintah kecamatan memberikan sikap tegas.
H. Subroto, tokoh masyarakat Kalirejo, mengungkapkan bahwa persoalan ini sebelumnya telah dimediasi. Dalam mediasi tersebut, disepakati adanya uang santunan sebesar Rp10 juta dari pihak Kasun kepada pihak keluarga yang dirugikan. Namun, mediasi itu dinilai belum menyelesaikan akar masalah.
Warga menilai bahwa pemberian santunan tidak serta-merta menghapus dampak sosial yang ditimbulkan. Mereka menginginkan adanya tindakan tegas dari pemerintah kecamatan terhadap perilaku sang kasun. Pemberhentian dianggap sebagai solusi yang paling tepat.
Pemerintah Kecamatan Kraton menerima aspirasi warga dan berjanji akan menindaklanjutinya. Camat Kraton menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut perilaku aparatur pemerintahan tingkat dusun. Warga berharap ada keadilan dan ketegasan dari pemerintah. Sampai berita ini diturunkan, Ubaidillah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga. (HS)