Terobosan Disnaker Pasuruan: Pelatihan Kilat, Lulus Langsung Kerja
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Kabupaten Pasuruan menghadirkan terobosan baru dalam mengatasi pengangguran. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat menggulirkan program Short Course, sebuah pelatihan singkat yang dirancang khusus agar pesertanya langsung terserap ke dunia industri.
Berbeda dari pelatihan konvensional yang memakan waktu berbulan-bulan, program ini menawarkan durasi singkat dengan materi padat. Pendekatannya berbasis kebutuhan perusahaan, sehingga lulusan bisa langsung bekerja begitu pelatihan usai.
Langkah pertama program ini menggandeng PT Berkat Ganda Sentosa, perusahaan di Kecamatan Gempol. Pembukaan pelatihan digelar Senin (21/9/2026) pagi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko.
Menurut Yudha, pembiayaan program bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pasuruan 2026. Skemanya bukan sekadar pelatihan, melainkan penempatan kerja langsung.
“Begitu selesai pelatihan, maka langsung diterima bekerja di perusahaan,” tegas Yudha.
Sebanyak 128 peserta terdaftar dalam program ini. Mereka dibagi ke dalam delapan gelombang, masing-masing berisi 16 orang. Pembukaan perdana langsung menjalankan dua gelombang sekaligus.
Proses pelatihan melibatkan instruktur dari BLK Pandaan dan BPVP Sidoarjo. Materi disusun ringkas namun berbobot, termasuk praktik langsung di lapangan atau tempat kerja.
Yudha berharap kolaborasi semacam ini menarik minat perusahaan lain. Menurutnya, pelatihan berbasis penempatan menjadi solusi efektif bagi industri yang butuh tenaga kerja cepat.
“Kami berharap program ini dapat memotivasi perusahaan lain untuk berkolaborasi dalam memberikan pelatihan berbasis penempatan,” harapnya.
Dari sisi industri, HR Manager PT Berkat Ganda Sentosa, Wahyu Budi Prianto, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pada intinya, kita ingin merangkul bersama, menciptakan kondusifitas, karena memang lapangan pekerjaan di Pasuruan harus dioptimalkan, sehingga serapan tenaga kerja bisa maksimal bekerja di wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Wahyu mengungkapkan perusahaannya membutuhkan sekitar 350 pekerja. Pemkab Pasuruan membantu memenuhi separuh kebutuhan itu melalui pelatihan.
“Kalau yang sekarang kami butuh pekerja di bagian produksi, yakni jahit upper sepatu, dan bulan-bulan berikutnya menyesuaikan kebutuhan saja,” terangnya.
Dengan skema pelatihan singkat dan penempatan langsung, program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mengoptimalkan serapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Pasuruan. (HS)