Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Pemkot Pasuruan Kebut Pelatihan Kerja, Anggaran Rp3 Miliar Didorong Terserap Maksimal

F-peserta-mengikuti-pelatihan-desain-grafis-3995471569

PASURUAN, Suarabangilmedia.com — Pemerintah Kota Pasuruan terus menggenjot program pelatihan kerja bagi warga sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing calon pencari kerja. Sejumlah pelatihan telah digelar sepanjang tahun, namun sebagian lainnya masih menunggu pelaksanaan, sementara masa anggaran 2025 hampir berakhir.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan, Mahbub Effendi, mengatakan tahun ini pihaknya merencanakan berbagai jenis pelatihan. Mulai dari desain grafis, multimedia, barista, make up artist (MUA), hingga beberapa jenis pelatihan vokasi lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, sebagian pelatihan sudah berjalan dan sebagian lagi sedang dalam proses persiapan. Meski begitu, ada program yang belum terlaksana dan harus dikebut mengingat tenggat anggaran yang semakin dekat. “Ada yang sudah dilaksanakan, ada yang berproses, dan ada pula yang belum,” ujar Mahbub.

Untuk keseluruhan program pelatihan kerja tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Dana itu sepenuhnya diperuntukkan bagi warga Kota Pasuruan agar dapat meningkatkan kemampuan kerja dan peluang terserap di dunia industri.

Mahbub menjelaskan, peserta tidak akan dilepas begitu saja setelah mengikuti pelatihan. Disnaker akan melakukan monitoring guna memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar dimanfaatkan. Pengawasan ini juga dilakukan agar program tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh peserta.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah pembatasan keikutsertaan. Warga yang sudah pernah mengikuti satu jenis pelatihan kerja tidak diperbolehkan ikut kembali di tahun yang sama. Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada warga lainnya.

Setiap pelatihan berlangsung selama dua pekan. Mahbub menargetkan seluruh program pelatihan yang tersisa dapat dimulai dan diselesaikan pada awal bulan depan. “Kami targetkan sisa pelatihan sudah terlaksana pada awal bulan mendatang,” tegasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami