June 4, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

DPRD Sampang Studi Tiru Pengelolaan Sampah ke Desa Randupitu Pasuruan

0
WhatsApp-Image-2026-01-20-at-16.27.09

Gempol, Suarabangilmedia.com – Komisi I DPRD Kabupaten Sampang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/1/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi tiru pengelolaan sampah berbasis desa yang dinilai berhasil dan mandiri.

Rombongan Komisi I DPRD Sampang berjumlah 17 orang, dipimpin langsung Ketua Komisi I, Muhammad Salim. Mereka didampingi Sekretariat DPRD serta pendamping teknis.

Setibanya di Kantor Desa Randupitu, rombongan disambut Kepala Desa Randupitu, Mochamad Fuad, beserta perangkat desa, pengurus Pengelola Sampah Desa (PEMPES), serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Randupitu Mochamad Fuad menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan sampah di desanya terletak pada edukasi dan konsistensi sosialisasi kepada warga.

“Masalah sampah itu kalau diurus ribet, tapi kalau tidak diurus lebih ribet. Langkah awal kami adalah memberi pemahaman kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Fuad.

Ia menjelaskan, warga diarahkan untuk mengumpulkan sampah rumah tangga di depan rumah. Selanjutnya, PEMPES menyediakan tempat sampah dan petugas mengambilnya setiap hari. Warga juga berpartisipasi melalui iuran pengelolaan sampah sebesar Rp 15 ribu per bulan.

“Alhamdulillah, melalui sosialisasi yang terus-menerus, warga bisa menerima dan mendukung penuh program ini,” katanya.

Dalam pengelolaan lanjutan, Desa Randupitu bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT KCS dan PT Manunggal Bumi Lestari, untuk pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) dengan dukungan teknologi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desa Randupitu dalam mengelola sampah secara mandiri tanpa bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami memilih Desa Randupitu sebagai lokasi studi tiru karena mampu mengelola sampah secara mandiri dengan dukungan warga, pihak ketiga, dan pemerintah daerah,” ujar Salim.

Ia menilai, sistem pengelolaan sampah yang diterapkan cukup sederhana dan realistis untuk diterapkan di wilayah Kabupaten Sampang.

“Ilmu yang kami dapatkan dari sini insyaallah akan kami terapkan di Kabupaten Sampang, dengan memulai beberapa desa sebagai pilot project,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pengurus PEMPES Suhardi dan perwakilan PT Manunggal Bumi Lestari, Wangga. Setelah itu, rombongan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi TPS3R PEMPES di Dusun Babat, Desa Randupitu, untuk melihat langsung proses pengelolaan sampah.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama di Kantor Desa Randupitu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *