Wiwik Tri Haryati: Kartini Masa Kini dari Pasuruan yang Perjuangkan Keadilan Gender di Meja Hijau
PASURUAN – Suarabangilmedia.com. Di tengah peringatan Hari Kartini, sosok perempuan tangguh dari Pasuruan layak mendapat sorotan. Namanya Wiwik Tri Haryati, seorang advokat yang menjadikan profesi hukum sebagai medan perjuangan untuk menegakkan martabat perempuan dan keadilan gender.
Bagi sebagian orang, profesi hukum mungkin sekadar karier dan kehormatan. Namun bagi Wiwik, setiap jubah advokat yang ia kenakan adalah pengingat akan sebuah “janji” pribadi. Janji untuk memastikan tidak ada lagi perempuan yang merasa sendirian dan tak berdaya saat berhadapan dengan hukum.
Mengapa janji itu begitu kuat? Karena Wiwik pernah mengalaminya sendiri belasan tahun silam.
Lahir di Pasuruan pada 30 Juni 1983, Wiwik tumbuh besar di lingkungan keluarga pendidik. Dunia advokasi awalnya bukanlah cita-cita utamanya. Namun, sebuah titik balik pahit saat ia bekerja di sebuah perusahaan mengubah segalanya.
Kala itu, ia mengalami masalah hukum yang pelik tanpa satu pun tangan yang terulur membantu. Pengalaman traumatis sebagai korban yang “buta hukum” inilah yang kemudian membawanya ke bangku kuliah hukum pada tahun 2007.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan bisa berdaya. Pendidikan adalah martabat dan hukum adalah alat untuk menjaganya,” tegas lulusan Magister Hukum Universitas Brawijaya ini.
Sejak resmi terjun ke dunia advokasi pada 2015, perjalanan kariernya jauh dari kata mulus. Ia kerap menemui tembok besar berupa minimnya perspektif gender dari aparat penegak hukum.
Namun, Wiwik tidak pernah menyerah. Ia terus berjuang, mendampingi para perempuan yang membutuhkan keadilan. Baginya, setiap kasus yang ditangani adalah langkah kecil untuk mewujudkan kesetaraan di mata hukum. (*)