Dokter Evariani: Istri Wali Kota, Anggota DPRD, Pemilik RS, Buktikan Perempuan Bisa Jalani Banyak Peran!
PASURUAN – Suarabangilmedia.com. Di tengah peringatan Hari Kartini, sosok perempuan multitalenta dari Kota Probolinggo layak menjadi inspirasi. Ia adalah dr. Evariani Aminuddin, atau akrab disapa Dokter Eva, seorang perempuan yang membuktikan bahwa ibu rumah tangga pun bisa mengukir prestasi di berbagai bidang.
Lahir di Kota Pagar Alam pada 20 Juni 1969, Dokter Eva kini mendampingi suaminya, dr. H. Aminuddin, Sp.OG, M.Kes., yang menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo. Namun, ia tidak sekadar menjadi pendamping di belakang layar. Ia aktif di berbagai peran penting.
Saat ini, Dokter Eva mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo. Tak hanya itu, kemenangannya dalam pemilihan legislatif 2024 lalu mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kota Probolinggo dari fraksi Gerindra.
Ia juga adalah pemilik Rumah Sakit Umum (RSU) Amanah Kota Probolinggo. Sebuah pencapaian luar biasa yang dirintis dari nol.
Dokter Eva mengaku, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Probolinggo bersama suaminya, mereka bukanlah siapa-siapa. Awalnya ia hanya berpikir akan mengabdi pada suami sembari mewujudkan cita-cita bersama.
Baginya, menjadi istri tidak hanya mendampingi suami. Lebih dari itu, ia harus ikut menjaga mimpi suami tetap menyala dan tercapai, bahkan saat badai datang bertubi-tubi. Semangat inilah yang ia teladani dari RA Kartini.
“Saya percaya, perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi penguat peradaban. Dimulai dari langkah kecil,” beber pemilik RSU Amanah itu.
Selama kurang lebih 30 tahun merintis karier di Kota Probolinggo, ia belajar bahwa mencintai sebuah kota bukan soal asal-usul, tetapi soal pengabdian. Setiap tantangan ia jadikan pijakan untuk terus maju.
Perjalanannya tidak instan. Berawal dari praktik pribadi sebagai dokter umum, ia kemudian mendirikan klinik, lalu rumah bersalin, kemudian RSIA Amanah, hingga akhirnya berdiri RSU Amanah seperti sekarang. Semua dirintis dari bawah sejak sekitar tahun 2003.
“Saya percaya kesuksesan bukan tentang tidak pernah jatuh, tetapi tentang terus bangkit dan tetap berjalan,” ujarnya. (*)