Sekda Pasuruan Rudiyanto Dimutasi jadi Staf Ahli, Dewan Bakal Ricek
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Kebijakan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo melakukan mutasi besar-besaran cukup mengejutkan publik. Pasalnya, Sekda Kota Pasuruan, Rudiyanto, termasuk salah satu pejabat yang ikut dimutasi. Rudiyanto resmi bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Sosial Budaya (Sosbud).
Akibat mutasi ini, kursi sekda yang ditinggalkan Rudiyanto menjadi kosong. Pengisian jabatan sekda definitif harus dilakukan melalui tahap seleksi yang panjang. Tidak bisa diisi langsung oleh pejabat lain tanpa mekanisme yang berlaku.
Selain membuat kursi sekda kosong, mutasi Rudiyanto juga menimbulkan konsekuensi pribadi. Eselon yang dimiliki Rudiyanto pun ikut bergeser. Sekda adalah pejabat tertinggi di lingkungan ASN dengan eselon IIA, sementara staf ahli memiliki eselon IIB.
Namun, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pasuruan, Supriyanto, menampik anggapan bahwa mutasi ini membuat eselon Rudiyanto downgrade. Menurutnya, posisi sekda, staf ahli, dan kepala dinas sama-sama sebagai Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
“Mutasi ini berlaku per 1 Mei. Nanti ada yang mengisi sebagai Pj atau pelaksana harian (Plh) sekda sampai ada pejabat definitif,” sebut mantan Camat Purworejo ini. Penunjukkan Pj atau Plh bersifat sementara hingga seleksi definitif rampung.
Rudiyanto masih memiliki kesempatan untuk kembali menjadi sekda di masa mendatang. Namun tentunya harus melalui tahap seleksi ulang seperti kandidat lainnya. Sebab, pengisian JPT Pratama yang kosong wajib melalui seleksi oleh pansel.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan dikabarkan bakal mericek atau memeriksa mutasi ini. Terutama terkait alasan di balik pergeseran jabatan Rudiyanto dari sekda menjadi staf ahli. DPRD ingin memastikan tidak ada kepentingan tertentu di balik kebijakan ini.
Supriyanto menegaskan bahwa penurunan eselon bukanlah downgrade karena status JPT Pratama tetap melekat. Namun secara umum, staf ahli memang memiliki garis koordinasi yang berbeda dengan sekda. Rudiyanto kini melapor langsung kepada Wali Kota dalam kapasitasnya sebagai staf ahli.
Proses seleksi sekda definitif akan segera dimulai oleh Pemkot Pasuruan. Nama-nama kandidat akan diumumkan dalam waktu dekat. Masyarakat berharap pejabat baru yang terpilih mampu membawa perubahan positif bagi birokrasi Kota Pasuruan. (HS)