May 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Festival Banjari se-Jatim di Gempol, Madin Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo Ikut Unjuk Kebolehan

0
WhatsApp Image 2026-05-16 at 12.32.08

Gempol, Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Suasana berbeda terlihat di halaman Yayasan LPM Walisongo Cempol, Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (16/5/2026). Puluhan grup banjari dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur berkumpul untuk mengikuti Festival 11 Banjari se-Jawa Timur. Acara ini diperuntukkan bagi tingkat SD/MI dengan batas usia maksimal 13 tahun (U13) dan tingkat SMP/MTs dengan batas usia maksimal 16 tahun (U16).

Setiap grup yang tampil membawakan lagu-lagu religi dengan iringan rebana. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidang seni musik religi. Aspek penilaian meliputi vokal, kekompakan, penghayatan, dan penampilan secara keseluruhan. Suasana berlangsung meriah namun tertib, dengan dukungan dari para guru pendamping dan orang tua yang hadir.

Salah satu peserta yang turut serta dalam festival ini adalah Madin Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo. Lembaga pendidikan diniyah yang berlokasi di perumahan Candra Kartika Desa Mojotengah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ini mengirimkan tim Al Banjari yang terdiri dari santri kategori U13 dan U16. Keikutsertaan mereka bukan tanpa persiapan. Para santri telah berlatih secara rutin selama beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan.

Kepala Madin Al Hikmaturrohmaniyah, Ustadzah Frima Ardiana, S.Pd, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan lembaga kepada masyarakat luas. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana untuk memotivasi santri agar berani tampil di depan umum dan mencintai seni religi sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak belajar percaya diri. Festival seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka. Tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka bisa tampil maksimal dan bangga membawa nama madrasah,” ujar Ustadzah Frima saat ditemui di sela-sela acara.

Sementara itu, Pembina Al Banjari Madin Al Hikmaturrohmaniyah, Ustadz Muhlisin, SHI, mengaku bersyukur dan bangga dengan perjuangan para santri. Menurutnya, persiapan yang dilakukan tidak mudah, namun semangat anak-anak tidak pernah padam.

“Latihan rutin kami lakukan semampunya. Anak-anak sangat antusias. Mereka merasa senang bisa mewakili madrasah di ajang se-Jatim. Bagi saya, keberanian mereka untuk tampil sudah menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Ustadz Muhlisin.

Tim Al Banjari Madin Al Hikmaturrohmaniyah menampilkan satu lagu bebas. Meskipun persaingan cukup ketat dengan grup-grup dari daerah lain, mereka tetap fokus dan berusaha menampilkan yang terbaik. Para santri terlihat kompak dalam memukul rebana dan melantunkan sholawat.

Acara berlangsung dari pagi hingga sore hari. Setiap grup diberikan waktu sekitar 5 hingga 7 menit untuk menampilkan seluruh atraksinya. Para juri mencermati setiap detail penampilan, mulai dari teknik vokal, kekompakan pukulan rebana, hingga ekspresi dan penghayatan terhadap lagu yang dibawakan.

Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi antarsekolah dan madrasah se-Jawa Timur. Para guru pendamping saling bertukar pengalaman tentang pembinaan ekstrakurikuler banjari di lembaga masing-masing. Hal ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat meskipun dalam suasana kompetisi.

Para orang tua yang hadir di lokasi juga ikut menyaksikan penampilan putra-putri mereka dengan penuh kebanggaan. Mereka mengaku senang karena anak-anak mereka bisa mendapatkan pengalaman berharga di luar kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Ke depan, Ustadzah Frima berharap agar Madin Al Hikmaturrohmaniyah bisa terus berpartisipasi dalam festival-festival serupa. Ia juga berencana untuk meningkatkan kualitas latihan agar di kesempatan berikutnya bisa meraih hasil yang lebih baik.

“Ini baru awal. Kami akan evaluasi kekurangan dan terus berlatih. Semoga festival seperti ini rutin diadakan karena sangat bermanfaat bagi perkembangan bakat santri di bidang seni religi,” tutup Ustadzah Frima.

Festival 11 Banjari se-Jatim di Gempol, Pasuruan berjalan lancar dan meriah. Semoga acara positif seperti ini terus berlanjut untuk melestarikan seni musik religi di kalangan generasi muda. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *