Inopamas 2026: Tim Penilai Kunjungi 6 Inovator di Hari Pertama
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Tahapan lomba Inopamas 2026 terus berlanjut. Setelah melewati tahap presentasi, kini tiba saatnya kunjungan lapangan. Pada hari pertama, Senin (18/5/2026), tim penilai mendatangi enam inovator dari berbagai lokasi di Kabupaten Pasuruan.
Puskesmas Gondangwetan menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Puskesmas ini menampilkan inovasi bernama “Pakde Ketawa”. Inovasi ini bergerak di bidang pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.
Lewat inovasi Pakde Ketawa, pihak puskesmas melakukan pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) secara menyeluruh. Pelayanan mencakup langkah preventif hingga pengobatan. Ini terobosan yang sangat bermanfaat.
Kepala Puskesmas Gondangwetan, dr Taliffka, mengungkapkan kelebihan pelayanan ODGJ ini. Masyarakat bisa melakukan deteksi lebih dini terhadap gangguan jiwa. Masyarakat umum, santri, dan siswa bisa melakukan screening menggunakan scan barcode.
Bagi yang tidak memiliki handphone, screening tetap bisa dilakukan secara manual. Sistem ini dirancang inklusif untuk semua kalangan. Screening ini bisa mengetahui adanya indikasi penyakit mental atau tidak.
“Bagi yang terindikasi bisa dilakukan pengobatan di rumah, atau ditindaklanjuti ke rumah sakit jiwa jika parah,” jelas dr Taliffka. Penanganan dini mencegah kondisi semakin buruk.
Kunjungan kedua dilanjutkan ke daerah dataran tinggi. Tim penilai menuju Desa Janjangwulung, Kecamatan Puspo. Di sana, mereka melihat inovasi dari Anang Samudra. Inovasi ini juga mendapat apresiasi dari tim penilai.
Kunjungan ketiga hingga keenam seluruhnya berada di Kecamatan Tutur. Beberapa inovator dari Tutur menampilkan berbagai karya inovatif mereka. Tim penilai dengan saksama melihat implementasi di lapangan.
Kabid Riset dan Inovasi pada Bappelitbangda Kabupaten Pasuruan, Rosalina Yunita, menyebut pihaknya sangat senang dengan inovasi yang dilakukan para inovator. “Mereka benar-benar kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Rosalina menambahkan bahwa kunjungan lapangan ini penting untuk menilai implementasi nyata dari inovasi yang dipresentasikan. Juri tidak hanya menilai konsep, tetapi juga praktik di lapangan.
Tim penilai yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi, hingga pemerintah, bekerja profesional. Mereka memberikan masukan dan saran perbaikan bagi setiap inovator.
Inovasi yang dinilai berhasil akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Tujuannya agar inovasi tersebut bisa diterapkan secara luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Kunjungan lapangan Inopamas 2026 akan terus berlanjut hingga semua inovator selesai dinilai. Hasil akhir akan diumumkan setelah seluruh proses selesai. Semoga lahir inovator-inovator unggulan yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Pasuruan. (HS)