Lomba Desa Cantik 2026 Randupitu Siap Jadi Desa Digital
Randupitu | Suarabangilmedia.com – Sebagai bentuk kesiapan mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional, Pemerintah Desa Randupitu mengadakan sosialisasi terkait Lomba Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) 2026.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertujuan mendorong peningkatan kapasitas aparatur desa dalam hal pengelolaan data.
Harapannya, pembangunan di tingkat desa dapat berjalan lebih akurat dan terarah.
Tidak seperti lomba desa pada umumnya yang kerap menilai aspek fisik semata, Lomba Desa Cantik memiliki fokus yang berbeda.
Memasuki tahun 2026, penilaian lebih ditekankan pada kemampuan literasi data yang dimiliki oleh perangkat desa.
Desa yang berhasil terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan intensif dalam tiga aspek utama.
Pertama, standarisasi data, yakni memastikan seluruh format data desa telah sesuai dengan ketentuan nasional.
Kedua, optimalisasi teknologi, yaitu pemanfaatan aplikasi atau sistem informasi desa untuk proses input data.
Ketiga, pemanfaatan data, yakni penggunaan data yang akurat untuk berbagai keperluan seperti penentuan penerima bansos, pemetaan potensi ekonomi, hingga penyusunan anggaran desa.
Suasana sosialisasi berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pendamping dari BPS, Bu Mia, seluruh aparatur desa, 12 Ketua RT, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Kepala Desa Randupitu, Mochamad Fuad, dalam kesempatan itu menyatakan komitmen kuatnya untuk memajukan desa menuju era digital.
“Kita ingin membangun desa digital atau statistik agar bisa mengumpulkan data-data melalui aplikasi. Jadi, semua data krusial berada di dalam genggaman atau dalam pantauan kepala desa secara real-time,” jelasnya saat diwawancarai pada Rabu (20/5/2026).
Menurut Fuad, penerapan teknologi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Desa Randupitu saat ini tengah gencar mengembangkan sistem informasi desa yang terintegrasi.
Mulai dari data kependudukan, potensi desa, hingga program pembangunan akan terekam secara digital.
Selain urusan digitalisasi data, Fuad juga menyoroti program lingkungan unggulan desa.
Program tersebut adalah pengelolaan sampah yang digerakkan oleh para pemuda melalui kelompok Pempes (Pemuda Pengolah Sampah).
Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Di penghujung wawancara, Mochamad Fuad menyampaikan sejumlah harapan.
“Harapan kami kepada pemerintah, melalui program Desa Cantik ini, data yang dihasilkan benar-benar data yang selalu ter-update,” ucapnya.
“Sementara harapan kepada masyarakat, agar semua warga, khususnya para pemuda Desa Randupitu, bisa selalu kompak membantu desa, terutama dalam hal pengelolaan sampah,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang sudah matang, Desa Randupitu optimis dapat meraih prestasi terbaik di Lomba Desa Cantik 2026.
Kolaborasi antara pemerintah desa, BPS, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci sukses keberhasilan ini. (HS)