May 23, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Loker TikTok Tipu Remaja Pasuruan, Motor Raib usai Dihipnotis

0
6a11a19b38d32

Sukorejo | Suarabangilmedia.com – Niat mencari pekerjaan berakhir tragis bagi Salsabil Nurul Alqibi (18), remaja asal Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Ia justru kehilangan sepeda motor setelah mengikuti sesi wawancara kerja palsu di sebuah kafe kawasan Tretes, Kecamatan Prigen. Korban menduga dirinya menjadi korban hipnotis atau gendam.

Peristiwa bermula saat korban menemukan informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial TikTok. Ia kemudian dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai mitra Alfa Grosir wilayah Gempol-Pandaan. Korban pun diminta datang untuk mengikuti wawancara kerja.

“Saya dapat info dari TikTok. Lowongan kerja ketemuan di kafe. Di-interview untuk kerja di Alfa grosir Gempol-Pandaan,” ujar Salsabil, Sabtu (23/5/2026).

Pada Kamis (21/5/2026), Salsabil memenuhi undangan wawancara tersebut di sebuah kafe di kawasan Tretes. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan menyewa ruang pertemuan atau meeting room di kafe tersebut. Pelaku mengaku sebagai perekrut resmi dari toko retail tersebut.

Saat wawancara berlangsung, pelaku meminta korban menyerahkan kunci motor beserta STNK. Alasan yang diberikan adalah untuk pemasangan alat pelacak atau GPS. “Katanya itu mau dipasang GPS dan dipasang untuk inventaris kantor,” tutur Salsabil.

Tak lama setelah itu, korban mengaku mulai merasa pusing dan linglung. Ia menduga dirinya terkena gendam sehingga menuruti seluruh permintaan pelaku tanpa curiga. “Pas di-interview juga bingung, kayak kena gendam,” imbuhnya.

Korban baru menyadari ada yang tidak beres setelah pelaku tidak kembali lagi ke ruang pertemuan. Bersama pihak kafe, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV. Ternyata, pelaku telah membawa kabur sepeda motor Honda PCX miliknya.

Pelaku juga diketahui pergi tanpa membayar biaya sewa meeting room yang digunakan untuk wawancara palsu tersebut. Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sehari setelah kejadian, Salsabil melaporkan kasus penipuan dan penggelapan itu ke kepolisian. Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan laporan tersebut telah diterima pihak Polsek Prigen. “Selanjutnya, kejadian itu tetap kami lanjutkan untuk dilakukan penyelidikan,” jawab singkatnya. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *