Long Weekend, Penumpang Terminal Naik 5%, Hotel Terisi 70%
Pandaan | Suarabangilmedia.com – Momen libur panjang yang berlangsung sepekan terakhir berdampak positif pada sektor transportasi dan pariwisata di Kabupaten Pasuruan. Jumlah penumpang yang transit di Terminal Pandaan mengalami peningkatan. Begitu pula dengan tingkat hunian hotel di wilayah Pasuruan Raya.
Pantauan di lokasi pada Senin (1/6/2026) menunjukkan bahwa setiap kali bus tiba di terminal tipe A tersebut, selalu ada penumpang yang naik maupun turun. Suasana terminal tampak lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
Ghozali, staf Terminal Tipe A Pandaan yang bertugas, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan jumlah penumpang bus selama long weekend. “Long weekend sepekan terakhir ini untuk penumpang busnya ada kenaikan, sekitar lima persen,” katanya.
Kenaikan sebesar lima persen ini terjadi pada dua kategori bus, yaitu Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Bus AKDP melayani rute tujuan Surabaya dan Malang.
Sementara itu, bus AKAP melayani perjalanan ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Destinasi-destinasi ini menjadi favorit para pemudik selama libur panjang.
Ghozali menambahkan bahwa jumlah armada yang beroperasi bervariasi. Untuk bus AKDP, jumlahnya tetap seperti biasa. Sedangkan untuk armada AKAP, terdapat penambahan hingga lima bus dari hari biasanya.
“Dengan jumlah armada bus yang ada, penumpang tetap terlayani dan tidak sampai terlantar. Aman serta lancar,” bebernya. Layanan transportasi selama liburan berjalan dengan baik.
Di sisi lain, adanya libur nasional yang bertepatan dengan Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila juga membawa angin segar bagi dunia perhotelan. Tingkat hunian hotel melonjak signifikan.
Ketua BPC PHRI Pasuruan Raya, Fuji Subagyo, mengungkapkan bahwa long weekend dalam sepekan terakhir mengerek okupansi hingga 70 persen. Angka ini jauh berbeda dibandingkan hari normal.
“Long weekend dalam sepekan terakhir, mulai Idul Adha, Waisak dan Hari Lahir Pancasila mengerek okupansi hingga 70 persen,” bebernya. Saat hari biasa, okupansi hotel rata-rata hanya 15 persen. (HS)