BNNK Pasuruan Ungkap 78 Kasus Narkoba, 20 Pasien Sembuh
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan masih tergolong tinggi. Sepanjang empat bulan pertama tahun 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan berhasil menemukan 78 orang penyalahguna. Sebagian besar dari mereka adalah laki-laki. Kabar baiknya, 20 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh.
Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat. Upaya yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi bahaya narkoba dan penjaringan di masyarakat. Pemerintah desa dan warga diharapkan aktif melapor jika mengetahui adanya warga yang mengonsumsi narkotika.
Dari hasil penjaringan tersebut, tercatat 78 kasus selama periode Januari hingga April 2026. Rinciannya, 68 kasus adalah laki-laki dan 10 kasus perempuan. Seluruhnya langsung dilakukan proses rehabilitasi untuk membantu mereka pulih.
Proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kecanduan masing-masing. Bagi yang tergolong ringan, mereka menjalani rawat jalan. Sementara itu, bagi yang dinilai mengalami kecanduan berat, dirujuk untuk rawat inap di Surabaya dan Malang.
Dari total 78 penyalahguna, sebanyak 30 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan. 41 orang lainnya menjalani rawat inap di luar kota. Selain itu, ada 7 orang yang dengan sukarela melaporkan diri untuk diobati.
Hasil asesmen menunjukkan, dari 30 orang yang menjalani rawat jalan, 20 orang dinyatakan telah sembuh. “Harapannya yang sudah sembuh ini tidak kembali mengonsumsi barang haram ini. Tidak lagi coba-coba pakai,” jelas Masduki.
BNNK Pasuruan juga gencar melakukan sosialisasi bahaya narkotika di sekolah-sekolah dan pesantren. Langkah ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat menjauhi barang haram tersebut.
Dukungan orang tua dan lingkungan juga sangat diperlukan dalam upaya pencegahan. “Tidak jarang karena mereka tidak tahu itu narkotika. Karena coba-coba. Pencegahan sejak dini penting,” ujar Masduki.
Kolaborasi antara BNNK, pemerintah desa, sekolah, pesantren, dan keluarga menjadi kunci utama. Hanya dengan kerja sama yang solid, angka penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pasuruan dapat ditekan secara signifikan. (HS)