Angka Kematian Mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Pasuruan Ambil Tindakan Tegas di Jalan Gatot Subroto
Pasuruan – Suarabangilmedia.com – Tembok pembatas beton dan rambu-rambu pengalihan kini semakin masif terlihat di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Pemerintah Kota Pasuruan bersama aparat kepolisian dan dinas perhubungan terus memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat yang nekat melintas di jalur protokol tersebut.
Pengecualian hanya diberikan bagi truk yang mengangkut bahan pokok atau yang memiliki keperluan bongkar muat di dalam kota. Itu pun dengan syarat ketat dan pengawalan petugas agar tidak mengganggu alur lalu lintas utama yang padat.
Keputusan ini diambil sebagai respons atas tingginya angka fatalitas sejak konstruksi Jembatan Bok Wedi dimulai. Sepuluh jiwa telah melayang dalam beberapa bulan terakhir, menjadi pukulan berat bagi pemerintah daerah dan warga yang setiap hari melintasi kawasan itu.
Adi Wibowo memantau langsung pelaksanaan aturan ini pada Sabtu (11/7) petang. Kehadirannya di lokasi menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan komitmen untuk melindungi keselamatan publik di jalan raya.
“Kami tidak bisa tinggal diam lagi. Setiap nyawa yang hilang adalah tanggung jawab kita bersama,” tutur orang nomor satu di Kota Pasuruan itu, tanpa basa-basi.
Hasil pemantauan di lapangan masih menunjukkan adanya sejumlah sopir yang mencari celah untuk tetap melintas. Beberapa beralasan kartu tol mereka tidak aktif, sementara yang lain mengaku tidak mengetahui jalur alternatif yang disediakan.
Petugas gabungan pun bergerak cepat memberikan pemahaman dan sanksi tegas bagi yang melanggar. Langkah diskresi diambil dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan kelancaran logistik.
Kebijakan pengalihan ini akan terus dijalankan hingga proyek pembangunan jembatan benar-benar selesai. Pemerintah berharap semua pihak dapat menunjukkan kesadaran kolektif demi mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan. (AZ)