MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah Sukses Gelar Workshop Kurikulum Merdeka, Sinergikan Kolaborasi Lintas Mapel dan Vokasi
Sukorejo, Suarabangilmedia.com – MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Berbasis Pembelajaran Kolaboratif, Kamis (23/7/2026) di Gedung MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah, Mojotengah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk keluar dari zona nyaman dan menghadirkan ruang belajar yang lebih dinamis. Sekaligus mengintegrasikan kecakapan vokasi sebagai bekal hidup siswa.
Workshop menghadirkan narasumber Pengawas Madrasah kompeten, Ibu Dra. Nur El Huda, M. Pd.I. Hadir pula Kepala MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo, M. Malik, S. Pd.
Para guru diajak merancang skema pembelajaran yang mendobrak sekat-sekat tradisional. Mulai dari penggabungan lintas mata pelajaran, penguatan proyek unggulan, hingga pembekalan vokasi terapan yang relevan dengan dunia kerja.
Dalam sambutannya, M. Malik menegaskan transformasi kurikulum di madrasahnya bertumpu pada keberagaman metode dan penguatan life skills. “Siswa harus merasakan pengalaman belajar yang beragam, dari kolaborasi lintas mapel hingga program vokasi unggulan seperti agribisnis, tata boga, dan kewirausahaan digital,” ujarnya.
Guru-guru di MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah wajib menjadi aktor utama yang meramu berbagai pendekatan. Tujuannya agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh di dalam kelas.
Dra. Nur El Huda dalam pemaparannya menekankan esensi kolaborasi adalah integrasi lintas disiplin ilmu dan vokasi. “Gabungkan Matematika dengan Ekonomi dalam proyek kewirausahaan, atau IPA dengan Bahasa Indonesia dalam studi lingkungan,” jelasnya.
Lalu hubungkan dengan praktik vokasi seperti mengolah hasil panen atau membuat kemasan produk. Siswa akan melihat ilmu secara utuh dan terpakai dalam kehidupan nyata.
Pembelajaran kontekstual yang dikedepankan dalam workshop ini menekankan keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Termasuk dunia industri dan usaha mikro di sekitar Sukorejo.
Para guru dilatih menyusun studi kasus nyata yang dekat dengan lingkungan siswa. Mereka tidak hanya menghafal teori, tetapi mampu memecahkan masalah, menciptakan produk, hingga memasarkan hasil karyanya.
Pendekatan ini sekaligus mengikis anggapan bahwa belajar di madrasah hanya berkutat pada teks dan hafalan semata. Siswa diajak berpikir kritis dan terampil secara aplikatif.
Salah satu poin unggulan adalah proyek kolaboratif lintas mapel yang berorientasi vokasi secara rutin. Misalnya pengolahan hasil pertanian lokal yang melibatkan Biologi, Kimia, Prakarya, dan Kewirausahaan.
Atau pembuatan konten promosi digital yang menggabungkan Bahasa Inggris, Seni Budaya, dan Teknologi Informasi. Program ini menjadi identitas MA Plus sebagai madrasah adaptif dan inovatif.
Workshop ini juga menjawab keluhan guru selama ini tentang rutinitas pengajaran yang terjebak pola ceramah satu arah. Melalui sesi praktik, para pendidik didorong mendesain skenario belajar yang variatif.
Mulai dari praktik laboratorium vokasi, simulasi bisnis, bermain peran, hingga studi lapangan ke industri sekitar. “Guru harus kreatif, siswa harus penasaran setiap harinya, baik akademik maupun vokasi,” tegas Dra. Nur El Huda.
Para peserta workshop mengaku mendapat perspektif baru tentang mengelola kelas yang hidup dan produktif. Mereka menyusun peta konsep kolaborasi antarmapel yang dikaitkan dengan kompetensi vokasi untuk diujicobakan semester ganjil mendatang.
Dengan diversifikasi metode ini, minat belajar siswa diharapkan meningkat signifikan. Kompetensi akademik, karakter, dan keterampilan terapan mereka pun semakin kuat.
Kepala Madrasah menutup sesi dengan menyampaikan langkah ini bagian dari rencana strategis madrasah terus berevolusi. MA Plus Al Hikmaturrohmaniyah beralamat di Jalan Masjid Sabilillah No. 17 Mojotengah ini berkomitmen menjadi pelopor madrasah lain di Kabupaten Pasuruan.
Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah ini dilakukan secara kreatif, kontekstual, dan berorientasi vokasi. Dengan semangat kolaborasi lintas mapel, penguatan program unggulan, dan pendekatan variatif, MA Plus optimis mencetak generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan kompetitif.
Workshop ini menjadi bukti nyata pendidikan madrasah di Sukorejo terus bergerak maju. Meninggalkan kemonotonan, menyambut masa depan pembelajaran yang lebih cerah dan berorientasi pada kemandirian ekonomi. (HS)