Indeks Prevalensi Narkotika di BNNK Pasuruan Terus Naik, Tembus 2,11
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di wilayah kerja BNNK Pasuruan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 1,73, melonjak ke 2,00 pada 2024, dan kembali naik ke angka 2,11 pada 2025.
Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, mengungkapkan bahwa berbagai upaya pencegahan terus digalakkan untuk menekan angka tersebut. Salah satu strategi utama adalah pembentukan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang dilakukan secara bertahap.
Hingga saat ini, sebanyak 12 desa di Kabupaten Pasuruan telah ditetapkan sebagai Desa Bersinar. Pembentukan desa-desa ini dimulai sejak tahun 2020 hingga 2025.
Rinciannya, Desa Ranggeh (Gondangwetan), Desa Dayurejo (Prigen), dan Desa Andonosari (Tutur) menjadi tiga desa pertama yang dibentuk.
Selanjutnya, Desa Jatiarjo dan Lumbangrejo di Kecamatan Prigen, serta Desa Nogosari di Kecamatan Pandaan menyusul dalam program serupa.
Di Kecamatan Gempol, terdapat Desa Sumbersuko, Winong, Bulusari, dan Randupitu yang turut menjadi Desa Bersinar. Sementara di Kecamatan Sukorejo, ada Desa Lecari, dan di Kecamatan Rembang terdapat Desa Mojoparon.
Masduki menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan peran semua pihak, dari tingkat RT/RW, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah.
“Penanganan narkotika harus dari hulu melalui kesadaran masyarakat,” ujar pria asal Kecamatan Bangil ini.
Desa Bersinar memiliki sejumlah program unggulan, seperti intervensi berbasis masyarakat dengan melatih Agen Pemulihan (AP) yang berfungsi sebagai konselor di desa.
Ada pula program Remaja Teman Sebaya (RTS) anti narkoba yang menyasar pelajar SMP, serta penguatan ketahanan keluarga untuk mengembalikan fungsi keluarga.
Relawan dan penggiat anti narkoba juga turut dilibatkan untuk memperkuat upaya pencegahan di tingkat akar rumput.
Dengan pendekatan komprehensif ini, BNNK Pasuruan berharap indeks prevalensi dapat ditekan dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pasuruan dapat terus berkurang secara signifikan. (HS)