105 Ton Sampah Per Hari Masuk TPA Blandongan, Didominasi Limbah Rumah Tangga
Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Blandongan di Kota Pasuruan menerima rata-rata 105 ton sampah setiap harinya. Volume ini terbilang stabil sepanjang tahun 2026 tanpa lonjakan signifikan kecuali pada momen tertentu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Samsul Rizal, mengungkapkan volume sampah cenderung landai. Kenaikan hanya terjadi saat peristiwa khusus seperti Ramadan atau peringatan Haul Kyai Hamid.
“Volume sampah yang masuk ke TPA tetap. Tidak ada kenaikan. Sempat ada kenaikan saat Ramadan dan momen haul,” kata Rizal, sapaan akrabnya.
Selama Ramadan, terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga yang berdampak pada bertambahnya sampah domestik. Namun, setelah bulan puasa berakhir, pola konsumsi masyarakat kembali normal.
Begitu pula saat momen haul, lonjakan sampah disebabkan oleh banyaknya jamaah dari luar kota. Kehadiran para peziarah memicu pertumbuhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman.
Kondisi ini berimbas pada peningkatan penggunaan kemasan plastik dan kertas sekali pakai. Meski demikian, lonjakan hanya bersifat sementara dan tidak mengubah tren volume sampah secara keseluruhan.
Rizal menuturkan bahwa sampah rumah tangga mendominasi hingga lebih dari 70 persen dari total sampah harian. Kontribusi sektor lainnya relatif kecil dibandingkan limbah dari aktivitas domestik warga.
Secara keseluruhan, volume sampah yang masuk ke TPA berkisar antara 90 hingga 110 ton per hari. Angka 105 ton menjadi rata-rata yang tercatat selama periode Januari hingga Agustus 2026.
“Mayoritas adalah sampah dari rumah tangga,” jelas Rizal.
Meskipun didominasi sampah rumah tangga, kondisi ini dinilai masih dalam kategori sedang. Tidak ada indikasi kenaikan drastis yang mengkhawatirkan selain pada momen-momen tertentu.
DLHKP Kota Pasuruan terus berupaya mengelola sampah dengan optimal. Stabilitas volume sampah menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Pasuruan. (HS)