Dari Dakwah Kesehatan hingga Pendampingan Pasien, RS Dharma Husada Perkuat Kolaborasi dengan MUI dan FKUB
PROBOLINGGO | suarabangilmedia.com β Rumah Sakit Dharma Husada (RSDH) Probolinggo memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo. Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara RSDH dengan MUI Kota Probolinggo serta RSDH dengan FKUB Kota Probolinggo.
Penandatanganan berlangsung Kamis (17/9/2026) di Ruang Meeting Rumah Sakit Dharma Husada Probolinggo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara institusi pelayanan kesehatan dengan lembaga keagamaan dalam membangun pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga humanis, inklusif, dan memperhatikan kebutuhan sosial serta spiritual pasien.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Prima Husada Endang Sadi dan Direktur RS Dharma Husada dr. Ifit Bagus Apriantono, M.MRS. Dari jajaran DP MUI Kota Probolinggo hadir Sekretaris Umum Drs. M. Dawam Ihsan yang mewakili Ketua Umum MUI Kota Probolinggo Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA, bersama jajaran pengurus harian dan para Ketua MUI Kecamatan se-Kota Probolinggo.

Sementara dari FKUB Kota Probolinggo, hadir langsung Ketua FKUB Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP. bersama jajaran pengurus yang merepresentasikan unsur lintas agama.
Direktur Utama PT Prima Husada Endang Sadi menyampaikan apresiasi atas kesediaan MUI dan FKUB Kota Probolinggo membangun kerja sama dengan RSDH.
βKami sangat berharap dengan kerja sama ini dapat memberikan masukan kepada kami agar bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi umat dan masyarakat,β ujar Endang.
Menurutnya, keterlibatan MUI dan FKUB diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Masukan dari lembaga keagamaan dipandang penting agar pelayanan kesehatan semakin mampu merespons kebutuhan masyarakat secara utuh.
MUI: Dakwah Tidak Hanya di Mimbar, tetapi Juga di Ruang Pelayanan Kesehatan
Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo Drs. M. Dawam Ihsan mengatakan kerja sama tersebut memiliki arti penting dalam memperluas peran MUI, khususnya dalam mengembangkan dakwah di bidang kesehatan.
MUI, kata Dawam, tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam persoalan keagamaan secara normatif, tetapi juga dapat mengambil peran dalam berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
βDengan kerja sama ini akan terbentuk hubungan yang positif dan saling mendukung agar pelayanan kesehatan umat semakin berkualitas,β tegas Dawam.
Dalam konteks tersebut, dakwah kesehatan dapat diwujudkan melalui edukasi, pendampingan pasien, penguatan nilai-nilai keagamaan dalam menghadapi sakit, serta dukungan spiritual bagi pasien dan keluarga.
Dengan demikian, rumah sakit tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses medis, tetapi juga ruang kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan sosial dan spiritual.
FKUB: Rumah Sakit Harus Menjadi Ruang Pelayanan Tanpa Diskriminasi
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Probolinggo Dr. H. Ahmad Hudri, ST., MAP. menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang berkualitas di Kota Probolinggo.

Menurut Hudri, keberagaman agama dan latar belakang masyarakat merupakan realitas sosial yang harus mendapatkan ruang dalam pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan.
“Rumah sakit harus hadir memberikan pelayanan inklusif kepada umat tanpa ada diskriminasi,β jelas Hudri.
Ia menegaskan bahwa pasien harus dipandang sebagai manusia secara utuh. Karena itu, selain mendapatkan pelayanan medis yang profesional, pasien juga perlu memperoleh penghormatan terhadap keyakinan, kebutuhan spiritual, serta identitas keagamaannya.
Dalam konteks inilah, keberadaan FKUB dapat menjadi jembatan komunikasi lintas agama untuk membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pelayanan pasien dari berbagai latar belakang agama.
βKerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Yang lebih penting adalah bagaimana MoU ini diterjemahkan menjadi program dan pelayanan nyata yang dirasakan masyarakat,β ujar Hudri.
Dua MoU, Satu Orientasi: Pelayanan Kemanusiaan
Dalam kegiatan tersebut secara resmi ditandatangani dua Nota Kesepahaman.
Pertama, MoU antara RS Dharma Husada dengan MUI Kota Probolinggo. Kedua, MoU antara RS Dharma Husada dengan FKUB Kota Probolinggo.
Kedua kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai kegiatan kolaboratif, antara lain pendampingan pasien, penguatan dakwah kesehatan, edukasi kesehatan berbasis keagamaan, pemenuhan kebutuhan spiritual pasien, serta penguatan komunikasi dan pelayanan lintas agama.
Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi MUI dan FKUB untuk memberikan masukan konstruktif kepada pihak rumah sakit dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi RSDH, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sedangkan bagi MUI dan FKUB, kerja sama tersebut menjadi ruang aktualisasi peran kelembagaan dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Pada akhirnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas dan kemampuan medis, tetapi juga dari sejauh mana pasien diperlakukan secara manusiawi, dihormati martabatnya, dan mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi.
Sinergi RSDH, MUI, dan FKUB Kota Probolinggo diharapkan menjadi langkah konkret membangun ekosistem kesehatan yang berkualitas, humanis, inklusif, dan menghargai keberagaman, sekaligus memperkuat budaya kolaborasi lintas sektor untuk kepentingan masyarakat Kota Probolinggo. (red)