Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Reses DPRD Pasuruan, Febri Irawan Darwis Soroti Keluhan Petani soal Pupuk Bersubsidi

0
1001996749

PASURUAN | suarabangilmedia.com – Persoalan ketersediaan pupuk bersubsidi, pendataan petani, hingga pelayanan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) menjadi sorotan dalam kegiatan reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis.

Dalam forum serap aspirasi tersebut, sejumlah perwakilan kelompok tani menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian.

Agus, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gajahbendo, mengeluhkan ketersediaan pupuk yang dinilai belum mencukupi kebutuhan petani. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat kegiatan budidaya, terutama ketika petani membutuhkan pupuk sesuai jadwal tanam.

Keluhan serupa disampaikan Ikhtiar dari Desa Cendono, Kecamatan Purwosari. Ia menyoroti persoalan pendataan petani, terbatasnya penyerapan pupuk, serta proses administrasi menggunakan KTP yang menurutnya dapat memerlukan waktu hingga satu minggu.

Selain itu, peserta reses turut menyampaikan masukan mengenai komunikasi dan respons PPL terhadap kebutuhan kelompok tani di lapangan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Febri Irawan Darwis menyatakan akan meneruskan persoalan penyaluran pupuk bersubsidi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan untuk ditindaklanjuti.

Febri menegaskan bahwa keluhan petani perlu ditelusuri agar kendala yang terjadi dapat diketahui secara jelas dan dicarikan solusi sesuai kewenangan instansi terkait.

Menurutnya, koordinasi antara dinas, PPL, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan pertanian serta menjaga ketahanan pangan daerah.

Melalui reses ini, aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi berlanjut pada langkah konkret. Kejelasan pendataan, kepastian akses pupuk bersubsidi, dan peningkatan komunikasi dengan petugas lapangan menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mengenai keluhan yang disampaikan dalam forum reses tersebut. (ded)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *