Rapat Kerja Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil: Membangun Sinergi untuk Menghadapi Era Revolusi 5.0
Trawas, suarabangilmedia.com – 23-24 Desember 2024 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun strategi dalam menghadapi semester genap tahun ajaran 2024-2025. Raker yang bertema “Membangun Sinergi Tim yang Solid dan Handal untuk Meningkatkan Daya Jual Sekolah di Era Revolusi 5.0” ini dilaksanakan di Villa Jerapah, Trawas, dengan dihadiri oleh berbagai pihak penting. Acara dibuka langsung oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangil, serta dihadiri oleh Founder Sekolah Kreatif, Bapak Heru, dan Ketua Komite Sekolah Kreatif, Ibu Fifi Umar Ghanim.

Raker ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi konsep pendidikan yang diusung oleh Sekolah Kreatif. Dalam sesi pembukaannya, Bapak Heru menjelaskan bahwa Sekolah Kreatif mengedepankan pendekatan pendidikan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan spiritual dan emosional siswa. “Sekolah Kreatif menempatkan murid sebagai subjek utama pendidikan, yang diberi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan mereka,” ungkapnya.
Pada sesi pembukaan diawal acara, Bapak Ashadi, perwakilan dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangil, menyampaikan pesan yang mengingatkan akan pentingnya kolaborasi. “Kunci keberhasilan pendidikan ada pada kerja sama yang solid antar guru, orang tua, dan masyarakat. Kita harus menjaga komunikasi yang baik agar dapat menciptakan tim yang solid dan handal,” tuturnya.
Bapak Ashadi juga menambahkan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas, tetapi juga siswa yang memiliki karakter kuat. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Heru memaparkan tiga program utama yang dijalankan oleh Sekolah Kreatif, yakni Program Mandatory, Program Excellent, dan Program Additional. Ketiga program ini dirancang untuk memfasilitasi perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dalam bidang akademis, karakter, maupun keterampilan hidup. Salah satu program unggulan yang diusung adalah 3T, yaitu Tahfidz, Tajdied, dan Tamyiz.
Program unggulan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari seluruh tenaga pengajar di Sekolah Kreatif. Para guru diharapkan dapat membantu siswa mencapai target hafalan Juz 30 Al-Qur’an, bahkan mendorong mereka untuk melanjutkan hafalan surah-surah pilihan lainnya. Selain itu, sekolah ini juga menyediakan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik, yang memudahkan siswa dalam memahami, menerjemahkan, dan memaknai Al-Qur’an secara mendalam.

Selain pembelajaran agama, Sekolah Kreatif juga menekankan pentingnya 8 pembiasaan karakter, yang meliputi religius, tanggung jawab, mandiri, kreatif, disiplin, bernalar kritis, nasionalis, dan empati. Semua pembiasaan ini diterapkan dalam setiap aspek kehidupan sekolah, dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa yang kuat dan berintegritas.
Pada sesi berikutnya, Bapak Heru menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara guru, orang tua, dan siswa. “Komunikasi yang baik antara semua pihak sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan program sekolah dan perkembangan siswa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Sekolah Kreatif harus selalu berinovasi, tidak hanya dalam hal fasilitas, tetapi juga dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama guru.
Untuk itu, Bapak Heru mengusulkan perlunya melibatkan siswa dalam proyek-proyek yang dapat mengasah keterampilan mereka dalam memproduksi sesuatu. “Siswa harus diberi peran untuk mengasah minat, bakat, dan keterampilan kepemimpinan mereka. Hal ini dapat dilihat melalui foto atau video yang menggambarkan kegiatan mereka, yang nantinya dapat menjadi bukti simbolik keunggulan Sekolah Kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Fifi Umar Ghanim, Ketua Komite Sekolah Kreatif, menyampaikan pesan yang sangat penting kepada para guru. “Jadilah guru yang ikhlas dalam mendidik dan mencetak karakter siswa yang berbudi pekerti luhur. Kita harus selalu memiliki rencana yang jelas dan matang untuk perkembangan siswa ke depan,” ujarnya. Ibu Fifi juga menekankan bahwa kesejahteraan guru perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan yayasan, mengingat peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter siswa.
Lebih lanjut, Ibu Fifi mengajak para guru untuk selalu melakukan evaluasi diri dan mengembangkan keterampilan profesionalisme mereka. Dengan demikian, para guru dapat memberikan yang terbaik bagi siswa, baik dalam pengajaran maupun dalam pembinaan karakter mereka.

Raker ini diakhiri dengan tekad kuat dari seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi dan misi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil. Semua pihak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter siswa, dan menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan di era Revolusi 5.0.
Dengan sinergi yang terjalin kuat antara guru, orang tua, dan masyarakat, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil yakin dapat mencapai tujuannya untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam bidang spiritual, emosional, dan keterampilan hidup. (RezaSB)