Pj. Bupati Pasuruan Buka Manggala Tangguh Bootcamp 2025: Tingkatkan Pemahaman Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pasuruan
Pandaan, Suarabangilmedia – Kamis, 2 Januari 2025, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis, membuka secara resmi acara Manggala Tangguh Bootcamp Tahun 2025 yang diselenggarakan di Mess PT. Santini Lestari Energi Indonesia, Kecamatan Pandaan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang manajemen penanganan bencana, terutama dalam menghadapi musim hujan yang rawan bencana hidrometeorologi.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Nurkholis menekankan pentingnya seluruh pejabat publik di Kabupaten Pasuruan memiliki pemahaman yang kuat tentang kebencanaan. Ia mengungkapkan bahwa pemahaman ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Kami berharap, kehadiran Bapak Ibu di sini dapat memahami lebih dalam tentang penanggulangan bencana, serta mengikuti materi dari narasumber yang sudah berpengalaman dalam bidang ini,” ujar Nurkholis.
Nurkholis juga menyampaikan bahwa forum diskusi ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk memberikan wawasan tentang kebencanaan kepada para pejabat di Kabupaten Pasuruan. Ia berharap agar semua Kepala OPD dan Camat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang manajemen risiko bencana dan penerapannya di wilayah masing-masing. Selain itu, Nurkholis mengharapkan agar seluruh peserta dapat menyimak dengan seksama materi yang diberikan oleh para narasumber yang berkompeten di bidang penanggulangan bencana.
Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Nurkholis juga menyoroti pentingnya koordinasi antar instansi dalam penanganan bencana. Ia mengingatkan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat berjalan dengan efektif tanpa adanya kerjasama yang solid antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan, OPD, Camat, dan masyarakat. Koordinasi yang baik, baik dalam upaya mitigasi maupun penanggulangan bencana, akan memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif dalam menghadapi kejadian bencana.
“Saya berharap, kita semua bisa berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Terutama dalam meningkatkan koordinasi lintas OPD dalam menangani bencana di Kabupaten Pasuruan,” tambahnya. Nurkholis juga berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para Camat dan lingkungan di sekitar mereka, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi bencana.
Manggala Tangguh Bootcamp 2025 ini berlangsung selama dua hari, yaitu 2-3 Januari 2025. Selama acara, para peserta akan diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek penanggulangan bencana. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk bertukar ide dan pengalaman mengenai keterlibatan masing-masing Perangkat Daerah dalam penanggulangan bencana. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta koordinasi yang lebih baik dan kolaborasi yang erat antara semua pihak yang terlibat.
“Saya berharap melalui bootcamp ini, semua Kepala OPD dan Camat bisa menjadi motor penggerak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Pasuruan. Pemimpin adalah ujung tombak dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan atau mitigasi bencana,” tegas Nurkholis.
Manggala Tangguh Bootcamp 2025 memiliki tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan memastikan tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub Urusan Bencana. SPM ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 101 Tahun 2018, yang mengatur tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas penanggulangan bencana di Kabupaten Pasuruan dapat semakin meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa rangkaian acara bootcamp diisi dengan kegiatan edukasi tentang penanggulangan bencana. Salah satunya adalah melalui sosialisasi Sapa Destana, Relawan Penanggulangan Bencana, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan layanan informasi mengenai potensi bencana kepada masyarakat dan membangun jejaring komunikasi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
Sugeng juga berharap bahwa forum ini dapat membantu menciptakan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik di tingkat kecamatan mengenai potensi risiko bencana dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi dampaknya. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan sinergi antar instansi dan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambahnya. (SantokSB)
Penutupan acara tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bekal pengetahuan bagi para peserta, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Pasuruan. Dengan keterlibatan aktif dari seluruh OPD dan Camat, diharapkan Kabupaten Pasuruan dapat lebih siap dalam menghadapi bencana dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.