Puluhan Rumah Warga Dusun Sempu Rusak Akibat Fenomena Tanah Gerak
Purwodadi, Suarabangilmedia.com β Sebuah fenomena alam yang tak biasa, yakni tanah gerak, terjadi di Kabupaten Pasuruan dan menyebabkan puluhan rumah warga di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, rusak parah. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/1/2025) sore, dan hingga kini, kerusakan masih dirasakan oleh warga setempat.
Fenomena tanah gerak ini menimbulkan kerusakan tidak hanya pada rumah-rumah warga, tetapi juga pada permukiman dan akses jalan utama di wilayah tersebut. Akibatnya, banyak jalan yang menjadi tidak layak untuk dilalui, meningkatkan risiko bagi warga yang tinggal di daerah tersebut. Masyarakat pun terpaksa mengungsi untuk menghindari bahaya yang mengancam keselamatan mereka.
Darmanto, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kekagetannya saat melihat tembok rumahnya retak-retak dan lantai keramik yang pecah serta mengelupas. βKemarin saya lihat lantainya pecah dan mengelupas disertai bunyi keras. Tembok ruang tamu saya juga retak dan pecah,β tuturnya saat ditemui pada Kamis (30/1/2025). Menurut Darmanto, kerusakan ini cukup parah, sehingga ia dan lima anggota keluarganya memutuskan untuk meninggalkan rumah demi keselamatan.
Meskipun rumahnya belum sepenuhnya runtuh, Darmanto merasa takut untuk kembali karena khawatir akan terjadi longsor lebih parah. βMau balik ke rumah takut longsor, mending ditinggal saja,β ujarnya singkat, menggambarkan ketakutannya akan kondisi yang semakin tidak menentu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa fenomena tanah gerak ini menyebabkan kerusakan parah pada 16 rumah warga yang berada dekat dengan tebing. βPaling parah ada 16 rumah yang terdampak, dan kebanyakan posisinya dekat dengan tebing,β jelas Sugeng, menanggapi fenomena alam yang mengkhawatirkan tersebut.
Sugeng juga memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah rumah yang terdampak. Dari 47 rumah yang tercatat terkena dampak tanah gerak, 16 di antaranya mengalami kerusakan parah, sementara rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. “Total ada 47 rumah yang terdampak, dan di antaranya ada 16 rumah yang rusak parah, dihuni oleh 57 orang. Total warga yang terdampak mencapai 176 jiwa,” terangnya.
Kondisi tanah yang bergerak secara perlahan menyebabkan ketidakstabilan pada struktur tanah dan bangunan di sekitar area tersebut. Hal ini semakin memperburuk situasi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang lebih rentan terhadap pergerakan tanah.
Untuk menghindari potensi bahaya yang lebih besar, BPBD setempat bersama pihak berwenang lainnya telah mengambil langkah evakuasi dengan mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman. Warga yang terdampak kini tinggal sementara di SDN Cowek 2, yang dijadikan sebagai tempat pengungsian hingga situasi kembali kondusif.
Sebagai upaya penanggulangan lebih lanjut, BPBD dan instansi terkait akan terus memantau kondisi tanah di wilayah tersebut dan melakukan analisis lebih mendalam mengenai potensi ancaman tanah gerak. “Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga,” tambah Sugeng.
Sugeng juga mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya, mengingat fenomena alam seperti tanah gerak dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi. “Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang dalam menghadapi bencana seperti ini,” katanya.
Sementara itu, pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui BPBD akan terus berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, baik dalam bentuk logistik maupun pemulihan rumah yang rusak. “Kami akan segera melakukan perbaikan rumah yang rusak dan memastikan bahwa warga yang terdampak dapat segera kembali ke rumah mereka dengan aman,” tutup Sugeng. (SantokSB)