Bencana Angin Puting Beliung Terjang Pasuruan, 13 Rumah Rusak
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Pasuruan. Pada Jumat sore (7/2), angin puting beliung menghantam Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, mengakibatkan 13 rumah rusak. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Saat itu, mayoritas warga tengah berada di rumah. Tiba-tiba, pusaran angin yang cukup kencang muncul dan menghantam kawasan tersebut. Rumah-rumah yang berada di jalur angin mengalami kerusakan yang bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.
Tiga dusun terdampak, yaitu Dusun Talang dan Dusun Watuagung. Di Dusun Talang, enam rumah di RT 5/RW 1 rusak, dan tiga rumah lainnya di RT 5/RW 2 juga mengalami kerusakan. Sementara di Dusun Watuagung, dua rumah di RW 4/RT 2 dan dua rumah lagi di RW 4/RT 4 turut rusak.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kecamatan Prigen, Nanang Setyawan, menjelaskan, dari 13 rumah yang rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan berat. Atap galvalum rumah tersebut terbang terbawa angin. Dua rumah lainnya mengalami kerusakan sedang dengan 50 persen atap hancur. Sebanyak 10 rumah sisanya mengalami kerusakan ringan, dengan genteng yang melorot.
Berdasarkan penghitungan sementara, total kerugian akibat bencana ini diperkirakan sekitar Rp 34 juta. Nanang menambahkan, peristiwa ini sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan. Selain itu, pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan berupa terpal untuk menutupi rumah yang rusak berat.
“Meskipun kerugian cukup besar, kami segera melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwenang. Rumah yang rusak berat langsung diberi bantuan terpal agar warga bisa segera melanjutkan aktivitasnya,” ungkap Nanang Setyawan.
Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, selain kerusakan material, bencana ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan adanya bantuan cepat dari pihak berwenang, diharapkan para korban dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Sementara itu, masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang bisa datang secara tiba-tiba. (SantokSB)