August 3, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Kades Mojoparon H. Moch Soleh, Motor Penggerak Desa Mojoparon Menuju Zona Bersinar Anti-Narkoba

0
WhatsApp Image 2025-05-26 at 13.43.58

Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Semangat membumikan gerakan anti-narkoba kini tak hanya menyala di pusat kota atau aula pemerintahan. Di ujung timur Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, gaung perlawanan terhadap narkoba justru makin nyaring terdengar. Desa ini resmi ditetapkan sebagai lokasi program “Desa Bersinar” (Bersih dari Narkoba) oleh BNN Kabupaten Pasuruan.

Di balik semangat itu, ada sosok H. Moch Soleh—Kepala Desa Mojoparon—yang menjadi motor utama perubahan. Dalam peluncuran program, Moh Soleh tampil bukan hanya sebagai pemimpin administratif, tapi juga sebagai wajah harapan. “Ini bukan cuma edukasi biasa. Ini bentuk ikhtiar bersama menjaga masa depan anak-anak desa,” ujarnya penuh semangat.

Menurut H. Moch Soleh, Desa Bersinar bukan hanya jargon instansi. Ia memaknainya sebagai investasi jangka panjang. Demplot program yang digelar di desanya diharapkan menjadi prototipe nasional. “Anak-anak kita bukan cuma butuh ruang bermain, tapi juga benteng dari narkoba. Ini soal menjaga peradaban,” tegasnya.

Langkah konkret pun dilakukan. Melalui kegiatan Warung Ganjaran Rosella (WGR) 2025, Puluhan remaja mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkotika Senin, 26 Mei 2025. Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya diajak memahami bahaya narkoba, tetapi juga dilatih mengenali emosi, komunikasi asertif, hingga isu kesetaraan gender.

Psikolog Riza Wahyuni dari UPT PPA Pasuruan menyampaikan, pendekatan psikologis jadi kunci. “Anak-anak yang paham emosi dan berani bicara tegas akan lebih tahan terhadap bujuk rayu narkoba,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa edukasi semacam ini harus jadi kurikulum kehidupan, bukan sekadar pelatihan sesaat.

Dari sisi kelembagaan, BNN Kabupaten Pasuruan turut memperkuat pesan. Mahfudzo, S.KM menjelaskan bahwa remaja tak hanya diposisikan sebagai penerima materi, tapi juga agen perubahan. “Mereka kami dorong jadi penyambung pesan untuk teman sebaya di lingkungan sekolah dan rumah,” ujarnya.

Tak ketinggalan, edukasi hukum pun menjadi bagian penting. Kanit Narkoba Polres Pasuruan, Ipda M. Fajar Indranata, SH., menjelaskan aturan hukum secara gamblang. “Kami ingin mereka tahu, hukum bukan hadir untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi mereka dari masa depan yang rusak,” katanya mantap.

Antusiasme peserta jadi bukti nyata. Lailatul Fitria, siswi MTs Ma’arif Rembang, mengaku lebih paham bagaimana menolak ajakan negatif. “Dulu cuma tahu narkoba itu bahaya. Sekarang ngerti gimana nolaknya, dan kenapa kita harus jadi contoh buat teman-teman,” ujarnya. Program ini jadi bukti bahwa harapan bisa lahir dari desa, selama ada tokoh seperti Moh Soleh yang tak lelah menyalakan cahaya. (SantokSB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *