Progres Rehabilitasi Gedung Eks Pemkab Pasuruan untuk Sekolah Rakyat Capai 25 Persen
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Proses rehabilitasi gedung eks Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan, terus dikebut. Gedung yang tengah disulap menjadi Sekolah Rakyat ini sudah menunjukkan progres pekerjaan mencapai 25 persen, dengan target rampung sebelum awal Juli 2025 mendatang.
Tim teknis yang ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah bekerja intensif selama satu bulan terakhir guna memastikan gedung tersebut siap menerima para siswa sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Rehabilitasi ini tidak sekadar renovasi ruang kelas dan ruang guru, tetapi juga menghadirkan fasilitas lengkap layaknya sekolah asrama.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Pantja Wisnoe Ismojo, menjelaskan bahwa gedung yang direhabilitasi ini dilengkapi dengan asrama siswa, fasilitas toilet dan kamar mandi di gedung belakang, serta ruang makan bersama yang memadai. Semua fasilitas dirancang khusus demi kenyamanan dan kebutuhan para siswa yang akan menempati sekolah tersebut.
Sekolah Rakyat yang akan beroperasi di gedung ini direncanakan menampung enam rombongan belajar, yang terdiri dari tiga kelas jenjang SMP dan tiga kelas jenjang SMA. Masing-masing kelas akan diisi oleh 25 siswa, sehingga total kapasitas mencapai 150 siswa. Para calon siswa merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas.
Menurut Pantja, para siswa yang terdaftar adalah mereka yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka akan mendapatkan pendidikan secara gratis, termasuk fasilitas asrama, kebutuhan sekolah, hingga makanan selama belajar di Sekolah Rakyat. Seluruh biaya ditanggung penuh oleh Kementerian Sosial.
Pemkab Pasuruan hanya bertugas melakukan pendataan siswa, sedangkan kebutuhan operasional sekolah akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Untuk tenaga pengajar, Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan untuk guru SMP, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk guru jenjang SMA.
“Kebutuhan guru akan disesuaikan dengan jumlah mata pelajaran dan rombongan belajar yang ada,” ujar Pantja. Dengan upaya maksimal ini, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasuruan. (SantokSB)