May 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Wisata Pasuruan Melesat, Target PAD Naik Jadi Rp900 Juta: Banyubiru Jadi Andalan, UMKM Siap Dilibatkan!

0
d4756f6fbfd62b197e1e3192c506712f

PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Kabar baik datang dari sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan. Hingga pertengahan 2025, geliat wisata lokal menunjukkan tren yang sangat positif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun mantap menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini menjadi Rp900 juta, naik signifikan dari target sebelumnya yang hanya Rp700 juta.

Tiga destinasi unggulan menjadi tumpuan: Danau Ranu Grati, Banyubiru, dan Gerbang Wisata Baledono. Ketiganya mencatatkan peningkatan kunjungan yang luar biasa, mendorong capaian PAD yang tak hanya mendekati target awal, tapi juga membuka peluang untuk tumbuh lebih tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan hingga Mei 2025, realisasi PAD sudah menyentuh Rp440 juta. “Ini angka yang menggembirakan, dan menunjukkan tren positif dalam pengelolaan wisata daerah,” katanya, Kamis (19/6).

Melihat capaian tersebut, Pemkab langsung melakukan evaluasi menyeluruh. Hasilnya, potensi pengunjung dan fasilitas yang makin baik diyakini mampu mendongkrak pendapatan hingga Rp900 juta hingga akhir tahun. “Dengan mempertimbangkan tren kunjungan, memang ada ruang besar untuk peningkatan pendapatan,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa Pemkab ingin pariwisata tak hanya menjadi penggerak PAD, tapi juga motor ekonomi lokal. “Kami optimis, apalagi dengan adanya dukungan dari pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Wisata ini bukan milik pemerintah saja, tapi milik bersama,” tegasnya.

Dari seluruh destinasi, Banyubiru mencatat kontribusi PAD terbesar. Kombinasi keindahan alam dan pembenahan fasilitas terbukti ampuh menarik pengunjung. “Banyubiru adalah contoh nyata bagaimana investasi fasilitas dan promosi bisa langsung berdampak pada jumlah pengunjung,” ujar Agus.

Kesuksesan ini mendorong Dinas Pariwisata untuk terus berinovasi. Tahun ini, mereka menyiapkan strategi promosi digital yang lebih masif. Mulai dari media sosial, kerja sama dengan konten kreator, hingga platform pariwisata online untuk menjangkau lebih banyak wisatawan, termasuk dari luar daerah.

Tak hanya itu, event-event lokal juga akan digelar lebih rutin di lokasi wisata. “Kami ingin menciptakan experience, bukan sekadar kunjungan. Festival kuliner, seni budaya, hingga sport tourism akan kami maksimalkan,” ungkap Agus. UMKM juga akan dilibatkan agar perputaran ekonomi bisa menyentuh langsung masyarakat.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata juga menggandeng sektor pendidikan dan komunitas untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan di destinasi wisata. “Pengembangan wisata harus tetap memperhatikan kelestarian alam. Kalau semua pihak terlibat, sektor ini bisa tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan strategi menyeluruh dan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh, sektor pariwisata Pasuruan siap melaju lebih kencang. Bukan hanya menambah pendapatan daerah, tapi juga membangkitkan ekonomi rakyat dan menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. (*)

Editor : SantokSB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *