GP Ansor Memperkuat Konsolidasi Organisasi Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kader
Jakarta, Suarabangilmedia.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) memasuki usia ke-91 tahun dengan tekad untuk memperkuat konsolidasi organisasi melalui pemberdayaan ekonomi kader. Langkah strategis ini bertujuan untuk membangun “Ansor Masa Depan” yang mandiri dan berdaya saing tinggi, sesuai dengan visi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua Umum PP GP Ansor, H. Addin Jauharudin (Bang Addin), dalam sambutannya pada acara Ansor Bershalawat, Rakercab, serta Pelantikan PAC GP Ansor se-Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (26/12), menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi organisasi. “Ansor mandiri menjadi kebutuhan kita semua. Ketika kita sepaham dan membangun kekuatan tim dengan kesadaran yang sama, jaringan yang kita miliki akan menjadi rantai pasok bisnis yang menjadi penopang Nahdlatul Ulama,” ujar Bang Addin.
Bang Addin menjelaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi kader dimulai dengan pembentukan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) yang akan bertindak sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat pusat. Program ini juga dilengkapi dengan pengembangan jaringan koperasi di tingkat akar rumput yang berfungsi sebagai agregator ekonomi kader. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan kader dan memperkuat fondasi organisasi di tingkat lokal.
Dengan sebaran kader yang luas di berbagai sektor, mulai dari birokrasi hingga legislatif dan penyelenggara pemilu, program pemberdayaan ekonomi ini menjadi semakin relevan. “Dengan infrastruktur sosial dan politik yang mengakar, pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan kader sekaligus memperkuat posisi organisasi,” kata Addin.
Selain aspek ekonomi, GP Ansor juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan kapasitas kader melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kader GP Ansor tidak hanya unggul dalam aspek ekonomi, tetapi juga memiliki keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan masa depan. Hal ini sejalan dengan konsep BISA (Bisnis, Inovasi, SDM, dan Anak Muda), yang menjadi pilar utama dalam pengembangan organisasi.
“Jika berwirausaha, tingkatkan keterampilannya dan bangun dengan percaya diri. Kita perlu memastikan kader-kader kita siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Addin. Dalam konteks ini, GP Ansor berkomitmen untuk memastikan kader-kader muda yang terlibat dalam organisasi memiliki peluang yang cukup untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Selain itu, GP Ansor juga mendorong modernisasi dalam sistem tata kelola organisasi. Hal ini meliputi pengembangan institusi pendidikan yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional. Modernisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa organisasi tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman dan mampu beradaptasi dengan perubahan global.
GP Ansor terus berupaya menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik dalam sektor ekonomi, sosial, maupun pendidikan, untuk mewujudkan cita-cita besar organisasi. Dalam acara pelantikan tersebut, Bang Addin juga menyampaikan bahwa dengan adanya berbagai program ini, GP Ansor akan terus berkembang menjadi organisasi yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Pemberdayaan ekonomi kader adalah bagian dari upaya besar untuk menjadikan GP Ansor sebagai kekuatan yang tidak hanya diperhitungkan di tingkat nasional, tetapi juga global. Kami ingin setiap kader Ansor bisa maju bersama-sama dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas, GP Ansor menargetkan agar setiap kader siap menjadi penggerak perubahan di masa depan. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan organisasi dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. (SantokSB)