June 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

7000 Dosis Vaksin PMK Tiba di Pasuruan, Vaksinasi Terus Digencarkan di Wilayah dengan Kasus Tinggi

0
11214-6792f9509c3b6

Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Kabupaten Pasuruan kini menerima 7000 dosis vaksin untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Vaksin tersebut disalurkan oleh Kementerian Pertanian, dan sudah diambil oleh Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekitar seminggu yang lalu. Vaksinasi ini menjadi langkah penting dalam menanggulangi penyebaran PMK di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiah, menyampaikan bahwa vaksin-vaksin tersebut segera disebar ke berbagai kecamatan. Penyebaran ini difokuskan pada daerah-daerah yang mencatatkan kasus PMK tertinggi, seperti Prigen, Lekok, Grati, Winongan, dan Gempol. Alfiah menegaskan, meskipun vaksinasi dilakukan secara merata, prioritas diberikan pada daerah yang terdampak parah oleh wabah ini.

“Sesuai dengan arahan, kami sebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Namun, fokus utama tetap pada wilayah dengan kasus PMK yang lebih tinggi,” ujar Alfiah saat melakukan monitoring di pasar hewan Gondangwetan, pada Jumat (24/1/2025).

Dari 7000 dosis vaksin yang diterima, sekitar 2000 dosis di antaranya telah disuntikkan kepada ternak yang membutuhkan. Alfiah menambahkan, vaksinasi kali ini lebih banyak difokuskan pada sapi potong. Sapi perah, yang sebelumnya telah divaksinasi, tidak lagi menjadi target vaksinasi pada tahap ini.

“Vaksinasi lebih banyak diberikan kepada sapi potong, sementara untuk sapi perah sudah selesai vaksinasi tahapannya,” imbuhnya.

Alfiah juga menekankan bahwa vaksinasi dilakukan pada ternak yang dalam kondisi sehat. Sedangkan untuk sapi yang sedang sakit, pihaknya memberikan prioritas pada proses penyembuhan terlebih dahulu. Meskipun demikian, vaksinasi tetap diberikan kepada sapi yang telah sembuh dari PMK, apabila pemilik ternak menginginkannya.

“Tentu saja, kami juga melayani peternak yang ingin vaksinasikan sapinya yang telah sembuh dari PMK. Tujuannya agar ternak tetap terlindungi dari potensi penularan di masa mendatang,” terang Alfiah.

Namun, meskipun vaksin telah tersedia, masih ada sejumlah peternak yang menolak untuk memvaksinasi ternaknya. Beberapa alasan yang disampaikan adalah kekhawatiran bahwa vaksin bisa membuat sapi mereka semakin sakit. Oleh karena itu, Alfiah berharap para peternak dapat menyadari pentingnya vaksinasi untuk kesehatan ternak mereka.

“Beberapa peternak masih menolak vaksinasi, yang sangat disayangkan. Padahal, vaksin ini untuk kebaikan kesehatan ternak sapi itu sendiri,” kata Alfiah dengan penuh harap.

Hingga Kamis (23/1/2025), jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan tercatat mencapai 251 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 ekor sapi dilaporkan mati, sementara 140 ekor sapi lainnya berhasil sembuh. Sisanya, sebanyak 104 ekor sapi, masih dalam proses penyembuhan dan perawatan.

Alfiah menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus PMK di lapangan dan melakukan evaluasi untuk memastikan program vaksinasi berjalan dengan baik. Dia juga mengimbau peternak untuk lebih terbuka terhadap upaya vaksinasi demi mencegah penyebaran penyakit yang dapat berdampak besar pada sektor peternakan.

Vaksinasi ini diharapkan dapat mengurangi angka penularan PMK di Pasuruan, serta memberikan perlindungan bagi ternak yang rentan terhadap infeksi. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan terus berkomitmen untuk melakukan upaya maksimal dalam menanggulangi wabah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *