June 24, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Bangunan Tembok Pura Satya Dharma Kencana Ambrol Akibat Hujan Deras di Tutur

0
f-TPT-ambrol-di-Pura-Satya-Dharma-Kencana-berlokasi-di-Dusun-Ledok-Kepor-Desa-Ngadirejo-Kecamatan-Tutur-2from-Polsek-Nongkojajar-1411537970

Tutur, Suarabangilmedia.com – Sebuah peristiwa tak terduga terjadi di Dusun Ledok Ngepor, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Senin, 27 Januari 2025. Sebuah tembok pembatas Pura Satya Dharma Kencana ambrol setelah diguyur hujan deras yang melanda kawasan tersebut. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 sore, dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Aipda Kristian, Bhabinkamtibmas Ngadirejo dari Polsek Nongkojajar, menjelaskan bahwa hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah di sekitar tembok menjadi longsor dan menggerus struktur tembok tersebut. β€œKarena tak mampu menahan gerusan air hujan, akhirnya insiden tersebut terjadi,” ujar Aipda Kristian saat memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.

Panjang tembok yang ambrol diperkirakan mencapai sekitar 15 meter, sementara tinggi tembok tersebut sekitar 2,5 meter. Kerusakan yang cukup signifikan ini menyebabkan bagian dari tembok pura yang melindungi area di sekitarnya terjatuh. Tembok yang ambrol tersebut juga berdekatan langsung dengan lahan milik warga, yang berpotensi menambah risiko kerusakan pada properti warga.

Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya terdapat kerugian materiil akibat kerusakan pada bangunan tembok. “Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materiil akibat rusaknya tembok tersebut,” lanjut Aipda Kristian.

Menanggapi kejadian ini, warga setempat langsung bergerak cepat untuk membantu membersihkan material tembok yang ambrol. Pada hari berikutnya, Selasa, 28 Januari 2025, warga menggelar kerja bakti secara gotong royong. Mereka bekerja sama untuk membersihkan sisa-sisa puing tembok yang berserakan dan memastikan area tersebut kembali aman.

Selain itu, warga juga mendapat bantuan dari Tim Tagana Kabupaten Pasuruan untuk menutup area yang rusak menggunakan terpal. Terpal tersebut berfungsi untuk melindungi lokasi yang rusak sementara waktu, mengingat cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Kepala Desa Ngadirejo, Sumarno, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa. “Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan ini. Semoga dapat segera tertangani dengan baik dan tidak ada masalah lebih lanjut,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, Aipda Kristian mengimbau kepada warga agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu kejadian serupa. “Kami juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama ketika musim hujan seperti sekarang ini. Perlu kewaspadaan lebih terhadap bangunan yang sudah mulai rentan,” tambahnya.

Pihak berwenang pun berharap agar kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan, terutama yang berada di kawasan rawan longsor atau terpapar cuaca ekstrem. Pemerintah desa juga berencana untuk melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan lain di sekitarnya untuk memastikan tidak ada potensi kerusakan serupa.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya solidaritas masyarakat dalam mengatasi bencana kecil. Kerja bakti yang dilakukan warga dengan semangat gotong royong menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan dapat mempercepat pemulihan dari dampak bencana. (SantokSB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *