Dinas Peternakan Pasuruan Gencarkan Disinfeksi Pasar Hewan untuk Cegah Wabah PMK
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Dalam upaya menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan semakin gencar melakukan penyemprotan desinfektan (disinfeksi) di berbagai pasar hewan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi penyebaran virus PMK yang dapat mengancam populasi ternak.
Pada Rabu (8/1/2025) pagi, aktivitas penyemprotan terlihat di Pasar Hewan Grati. Petugas melakukan penyemprotan menyeluruh, tidak hanya pada ternak seperti sapi dan kambing, tetapi juga pada area kandang, tempat jual beli, hingga fasilitas pasar lainnya. Proses ini melibatkan sejumlah petugas yang bekerja secara intensif untuk memastikan seluruh area steril dari potensi penyebaran virus.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), drh Panti Absari, mengungkapkan bahwa kegiatan disinfeksi telah berlangsung rutin setiap hari selama sepekan terakhir. Penjadwalan dilakukan bergilir di seluruh pasar hewan di Kabupaten Pasuruan.
“Senin kami lakukan penyemprotan di Pasar Hewan Pandaan dan Gempol. Selasa giliran Pasar Bangil dan Wonorejo. Hari ini di Grati, Gondangwetan, dan Tutur. Besok Kamis di Pasar Sukorejo, dan Jumat di Nguling,” jelas drh Panti saat memantau penyemprotan di Pasar Hewan Nongkojajar, Kecamatan Tutur.
Menurutnya, tujuan utama disinfeksi ini adalah memutus rantai penularan virus PMK, mengingat pasar hewan menjadi titik perputaran ternak yang rawan. “Tidak menutup kemungkinan ternak yang sudah terpapar virus berasal dari pasar hewan. Oleh karena itu, kami semprot desinfektan di semua area,” tambahnya.
Panti juga menegaskan bahwa upaya disinfeksi ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Penyemprotan akan terus dilakukan hingga kasus PMK menunjukkan penurunan yang signifikan. “Kegiatan ini akan berlanjut sampai penyebaran virus PMK benar-benar mereda,” terangnya.
Selain penyemprotan, tim petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa hewan yang ada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
“Petugas kami memeriksa kondisi hewan sembari memberikan edukasi kepada para pedagang dan pembeli,” ungkap Panti. Edukasi ini dilakukan melalui pembagian brosur yang berisi informasi terkait PMK, mulai dari gejala, cara pencegahan, hingga langkah-langkah penanganan jika ditemukan gejala pada ternak.
Panti berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat membuahkan hasil positif dalam waktu dekat. “Semoga penyebaran virus PMK segera mereda sehingga aktivitas di pasar hewan dapat kembali normal tanpa kekhawatiran,” tutupnya.
Langkah cepat dan terstruktur yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mencegah meluasnya wabah PMK di daerah tersebut.(SantokSB)