Bus Rombongan Wisata Prigen Alami Kecelakaan di Salatiga, 14 Orang Luka-Luka
SALATIGA, Suarabangilmedia.com – Perjalanan wisata rombongan dari Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berakhir tragis setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Jawa Tengah, Sabtu pagi (31/5). Bus pariwisata yang mengangkut 36 penumpang tersebut dilaporkan mengalami rem blong saat melintas di turunan tajam kawasan Salib Putih.
Insiden terjadi saat bus tengah dalam perjalanan dari kawasan wisata Telomoyo menuju Solo. Di tengah perjalanan menurun, kendaraan kehilangan kendali dan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan masuk ke area kebun sejauh 100 meter dari jalan raya. Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang melintas di saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban tambahan.
Akibat kecelakaan tersebut, 14 penumpang dilarikan ke RSUD terdekat karena mengalami luka-luka, sementara sisanya mengalami shock dan trauma. Para korban yang luka rata-rata mengalami benturan dan lecet akibat terpental saat bus melompat masuk ke kebun.
Iin, salah satu penumpang, menceritakan bahwa mereka merupakan rombongan wisata yang terdiri dari perangkat kecamatan, kepala desa, dan sekretaris desa se-Kecamatan Prigen. Kegiatan ini merupakan acara perpisahan dengan sekretaris camat yang hendak pindah tugas. “Awalnya bus berjalan lancar, tapi di turunan terasa makin kencang dan tidak bisa dikendalikan. Penumpang panik, ada yang berdiri dan berteriak,” ujar Iin yang duduk di baris ketiga dari depan.
Bus tersebut juga mengangkut tiga anak-anak yang ikut dalam rombongan. Saat kejadian, banyak penumpang yang terpental dan mengalami benturan di dalam bus. Meski tidak ada korban jiwa, suasana panik dan ketegangan sangat terasa di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Darmin, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, terdapat dugaan gangguan sistem pengereman. Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan, posisi persneling berada di gigi dua, yang diduga menjadi penyebab hilangnya kontrol laju kendaraan. “Evakuasi cukup sulit karena posisi bus jauh dari jalan raya. Kami gunakan derek besar untuk menarik kendaraan,” jelas Darmin. (SantokSB)