May 19, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Rehabilitasi Narkotika di Pasuruan Naik Tajam, BNNK: Ini Bukti Masyarakat Makin Sadar Bahaya Narkoba

0
Ilustrasi-rehabilitasi-pecandu-474010814

Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Meski jumlah kasus penyalahgunaan narkotika di Pasuruan meningkat, namun Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan melihatnya dari sisi yang lebih positif. Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat sudah ada 168 orang yang menjalani rehabilitasi, melonjak drastis dibanding tahun lalu yang hanya 105 orang sepanjang tahun.

Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, menyebut bahwa lonjakan angka ini bukan semata soal bertambahnya pengguna narkoba, tetapi juga mencerminkan makin tingginya kesadaran masyarakat untuk melapor dan mencari pertolongan. “Ini artinya masyarakat makin percaya dan tahu ke mana harus minta bantuan,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).

Dari 168 orang yang direhabilitasi, mayoritas adalah laki-laki. Mereka berasal dari berbagai daerah, dengan 127 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Pasuruan, dan sisanya dari wilayah sekitar seperti Probolinggo, Mojokerto, dan Sidoarjo. Rata-rata, mereka terjerat narkoba karena pengaruh lingkungan pertemanan dan masalah keluarga.

Masduki mengungkapkan, sebagian besar penyalahguna narkoba memiliki latar belakang keluarga yang kurang harmonis atau minim perhatian. β€œBanyak yang berasal dari keluarga broken home atau tidak mendapat kasih sayang cukup. Mereka rentan menjadikan narkoba sebagai pelarian,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan terdekat. Perhatian dari orang tua, guru, dan saudara sangat dibutuhkan untuk mencegah anak-anak terjerat penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pengawasan dan kasih sayang adalah pertahanan pertama sebelum intervensi rehabilitasi.

BNNK Pasuruan juga mengapresiasi keberanian beberapa pengguna yang secara sukarela menghubungi petugas ketika keinginan menggunakan narkoba muncul kembali. β€œAda yang telepon langsung ke kami saat kambuh. Ini menunjukkan keinginan untuk sembuh sangat besar. Itu sangat kami hargai,” kata Masduki.

Dengan tren kesadaran masyarakat yang meningkat, BNNK Pasuruan berharap jumlah kasus bisa ditekan secara bertahap. Masduki menegaskan bahwa rehabilitasi bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perubahan. β€œYang penting adalah kesadaran, dukungan keluarga, dan akses rehabilitasi. Kami siap bantu siapa pun yang ingin sembuh,” pungkasnya. (*)

Editor : SantokSB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *