Wamen Prof Atip Latipulhayat Apresiasi Sukses SPMB Jatim, Tegaskan Pendidikan Unggul untuk Indonesia Emas 2045
Surabaya, Suarabangilmedia.com โ Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Prof. Atip Latipulhayat, S.H., M.H., Ph.D., melakukan kunjungan kerja dalam acara Pembukaan Konsolidasi Daerah Program Prioritas Kemendikdasmen Provinsi Jawa Timur 2025, Kamis (19/6) di Grand Swiss-Belhotel darmo Surabaya. Dalam kesempatan ini, Prof. Atip memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Pengembangan dan Monitoring Pendidikan (BPMP) Jatim sebagai penyelenggara acara yang berjalan lancar.
Prof. Atip juga mengungkapkan rasa bangganya atas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Timur yang menurut laporan telah berjalan dengan baik di 16 kabupaten/kota. โKami menunggu daerah lain segera mengikuti jejak sukses ini,โ ujarnya penuh optimisme.

Mengenai SPMB, Prof. Atip mengingatkan publik bahwa program ini menjadi perhatian banyak pihak dan kerap disorot jika terjadi masalah. Namun, ia menegaskan bahwa 95 persen pelaksanaan SPMB berjalan lancar, hanya 5 persen kecil yang bermasalah dan kerap menjadi konsumsi publik. โIni tugas kita bersama untuk memberikan berita pembanding yang menggambarkan keberhasilan SPMB,โ katanya.
Dalam arahannya, Prof. Atip juga menyoroti soal regulasi pendidikan yang telah diterbitkan Kemendikdasmen, yakni delapan Peraturan Menteri (Permen). Ia menilai sosialisasi aturan tersebut masih belum maksimal di beberapa daerah, khususnya Permendikdasmen No. 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi. Oleh sebab itu, ia mengajak dinas pendidikan dan UPT di Jawa Timur untuk bersinergi agar kebijakan prioritas tersampaikan dengan baik.

Lebih lanjut, Prof. Atip menekankan pentingnya evaluasi program pendidikan yang sedang berjalan, seperti revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana serta digitalisasi pembelajaran. Dengan anggaran triliunan rupiah yang dikelola secara swakelola oleh satuan pendidikan, ia mengingatkan perlunya pengawasan ketat agar program tepat sasaran dan tidak memberatkan sekolah dalam pelaksanaannya.
Sebagai penerjemah Asta Cita Presiden, Prof. Atip memaparkan tujuh program prioritas Kemendikdasmen, mulai dari wajib belajar 13 tahun, pemerataan pendidikan, perbaikan sarpras, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter dan literasi, hingga pembangunan talenta dan kebahasaan. โPendidikan unggul harus merata dan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,โ tegasnya.
Menurut Prof. Atip, semua upaya ini bertujuan membangun peradaban bangsa melalui pendidikan yang merata dan bermutu. Dengan dukungan seluruh elemen pendidikan di Jawa Timur, ia optimis target Indonesia Emas 2045 dapat dicapai.

Menutup sambutannya, Prof. Atip secara resmi membuka Konsolidasi Daerah Program Prioritas Kemendikdasmen Jawa Timur 2025, yang merupakan kelanjutan dari Konsolidasi Nasional di Depok, April lalu. Ia berharap forum ini dapat memperkuat sinergi antara kebijakan nasional dan daerah.
โDengan kolaborasi yang kuat, sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, akan semakin inklusif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi unggul,โ ujar Prof. Atip penuh semangat.
Kunker Prof. Atip kali ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmennya dalam mengawal kemajuan pendidikan nasional, sekaligus menguatkan branding personalnya sebagai tokoh pendidikan yang konsisten memperjuangkan pemerataan dan mutu pendidikan demi masa depan bangsa. (SantokSB)