Bocah 10 Tahun Tertemper KA Dhoho di Rembang, Selamat Meski Luka Serius
BANGIL, Suarabangilmedia.com — Insiden kecelakaan kereta api menggegerkan warga Dusun Karang Panas 2, Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Selasa (19/8/2025) pagi.
Seorang anak laki-laki berinisial MHF (10), asal Kolursari, Bangil, tertemper KA Dhoho jurusan Surabaya–Blitar sekitar pukul 05.10 WIB. Meski mengalami luka serius, bocah tersebut masih selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Bangil untuk perawatan intensif.
Kapolsek Rembang, AKP Mulyono, menjelaskan peristiwa itu terjadi saat KA Dhoho dengan nomor rangkaian 412A melintas. Masinis diketahui bernama Bayu Bowo. “Korban segera dibawa ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan intensif,” terangnya.
Identitas korban terungkap setelah polisi berkoordinasi dengan pihak keluarga. Ayah korban, SW (47), membenarkan bahwa MHF adalah anaknya. Kepada petugas, ia menyebut putranya merupakan anak berkebutuhan khusus (autis) yang kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
“Sekitar pukul 03.30 anak sudah tidak ada di rumah. Kami sekeluarga mencari, sampai akhirnya dapat kabar ada anak tertemper kereta,” ungkapnya.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, memastikan kasus ini masih dalam penanganan. Polisi telah melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan pihak KAI, serta memastikan kondisi korban tertangani dengan baik.
“Syukurlah nyawa korban masih bisa diselamatkan. Kami imbau orang tua, khususnya yang memiliki anak berkebutuhan khusus, untuk lebih meningkatkan pengawasan. Rel kereta api adalah jalur berbahaya,” tegasnya.
Hingga Selasa sore, kondisi MHF masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangil. Polisi memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan korban. (*)
Editor : Santok