August 3, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Tiga Laka Laut Terjadi di Pasuruan Sepanjang 2025, Sat Polairud Imbau Nelayan Waspada Cuaca dan Kelayakan Kapal

0
F-satpolairud-menyisir-perairan-lekok-156211556

PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Masyarakat Pasuruan yang hendak melaut atau memancing diminta lebih waspada. Sat Polairud Polres Pasuruan mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan kelayakan kapal sebelum berangkat, guna mencegah kecelakaan laut (laka laut).

Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat tiga kasus laka laut di wilayah Pasuruan. Enam orang meninggal dunia dan 41 orang selamat dalam insiden yang sebagian besar disebabkan faktor cuaca dan kelalaian manusia (human error).

Anggota Sat Polairud Polres Pasuruan, Aiptu Laswanto, memaparkan bahwa laka laut pertama menimpa nelayan asal Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang tersambar petir hingga meninggal dunia.

Kejadian kedua adalah tenggelamnya perahu yang ditumpangi 25 warga Ngemplakrejo. Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan.

Laka laut ketiga terjadi di perairan Lekok pada Juli lalu. Perahu yang mengangkut pemancing tenggelam, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan 16 lainnya selamat.

Dari tiga peristiwa tersebut, dua di antaranya dipicu cuaca buruk dan kelalaian manusia. Menurut Laswanto, salah satu kapal pemancing kelebihan muatan, sementara perahu warga Ngemplak tidak layak berlayar.

“Kami selalu mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan berangkat jika cuaca buruk. Periksa kondisi kapal, dan jangan membawa muatan berlebih karena membahayakan,” tegasnya.

Laswanto mengajak seluruh nelayan dan pemancing untuk mengutamakan keselamatan. Mengecek cuaca melalui BMKG, memastikan perahu atau kapal dalam kondisi prima, serta mematuhi batas kapasitas muatan adalah langkah yang wajib dilakukan sebelum berlayar.

Dengan kesadaran bersama, diharapkan angka kecelakaan laut di Pasuruan dapat ditekan, sehingga aktivitas melaut tetap aman dan produktif bagi masyarakat pesisir. (*)

Editor : Zack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *