August 3, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Transportasi Publik di Bangil Memprihatinkan, Angdes Tinggal Tiga Trayek Beroperasi

0
F-monev-angkutan-1-3178764191

BANGIL, Suarabangilmedia.com – Status Bangil sebagai ibukota Kabupaten Pasuruan ternyata belum diiringi dengan layanan transportasi publik yang memadai. Pilihan moda transportasi di pusat pemerintahan kabupaten ini masih sangat terbatas dan kurang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Selain bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan kereta api, warga Bangil praktis tidak memiliki banyak alternatif. Angkutan pedesaan (angdes) dan angkutan perkotaan, yang seharusnya menjadi penghubung wilayah sekitar, justru mengalami penurunan drastis. Ibarat “hidup segan mati tak mau”, keberadaannya semakin terpinggirkan.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, saat ini hanya tersisa tiga trayek angdes yang masih beroperasi, yakni: Bangil – Pasar Kalianyar, Kraton – Bangil – Gempol, Bangil – Pandaan

Jumlah armada pun terus menyusut. Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada trayek Bangil – Kalianyar. Dari 17 unit armada yang dulu beroperasi, kini hanya tersisa 8 unit, dan yang aktif setiap hari tinggal 3–4 kendaraan saja.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memotret kondisi riil layanan angkutan umum. Hasilnya, tren penurunan sudah terjadi sejak masa pandemi COVID-19.

“Kebijakan pembatasan jumlah penumpang saat pandemi membuat banyak sopir memilih banting setir. Sampai sekarang, dampaknya masih terasa. Apalagi sebagian besar siswa lebih memilih naik bentor atau kendaraan pribadi,” ujarnya.

Digdo menjelaskan, monev dilakukan dengan mengukur berbagai indikator, mulai dari ketersediaan armada, ketepatan waktu, hingga tarif. Hasil monev ini akan menjadi bahan kajian untuk pembenahan layanan angkutan umum.

“Targetnya, masyarakat mendapat layanan angkutan yang murah, nyaman, dan aman. Kalau transportasi publik memadai, otomatis akan menunjang aktivitas warga, terutama di ibukota kabupaten,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa status Bangil sebagai ibukota Kabupaten Pasuruan harus diiringi dengan pelayanan publik yang berkualitas, terutama di sektor transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian.

“Jangan sampai status ibukota hanya menjadi label. Layanan transportasi yang baik adalah salah satu indikator kemajuan sebuah kota,” tandasnya. (*)

Editor : Zack

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *