Duel Ketat Menanti: SS Purwodadi Tantang Pandaan FC di 8 Besar
BANGIL – Sorotan tertuju ke Stadion R Soedarsono Pogar sore ini. Duel panas babak 8 besar Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025 bakal mempertemukan dua kekuatan berbeda karakter: SS Purwodadi yang tajam di depan, melawan Pandaan FC yang terkenal rapat di belakang.
SS Purwodadi melangkah ke fase knock out dengan catatan produktif: 19 gol dicetak sepanjang penyisihan grup. Namun, kelemahan mereka jelas—gawang sudah kebobolan lima kali. Sementara Pandaan FC tampil lebih irit gol (8), tapi pertahanan mereka hanya jebol sekali.
Pertarungan dua kutub inilah yang diperkirakan membuat laga sore ini (24/9) berlangsung ketat sejak menit awal.
Pelatih Pandaan FC, Yani Fathkur Rahman, mengaku sudah menyiapkan timnya menghadapi pertandingan krusial ini.
“Kami akan bermain totalitas sepanjang pertandingan dan tetap optimistis menang,” ujar coach Yani.
Ia menambahkan, setiap tim punya celah, termasuk SS Purwodadi. Tantangan terbesar menurutnya adalah regulasi U-20 yang membuat pelatih harus lebih jeli membaca jalannya pertandingan.
Di kubu lawan, Edy Winarno tak ingin terjebak pada statistik semata. Ia mengapresiasi konsistensi timnya di fase grup, tapi tetap menuntut peningkatan di semua lini.
“Tidak ada lawan yang mudah. Kami anggap semua tim tangguh dan harus dihadapi dengan strategi tepat,” tegas Edy.
SS Purwodadi dikenal dengan gaya build-up play yang menuntut minim kesalahan. Menurut Edy, cara bermain itu menjadi pembeda dibanding tim-tim lain. Dengan materi pemain seperti Nofi Atmaja, Zanuar Ardani, hingga M. Sulton, ia yakin taktik tersebut bisa berjalan.
“Sepak bola itu bukan sekadar olahraga, tapi seni. Harus ada taktik, teknik, pemain terbaik, dan attitude profesional. Itu visi kami untuk membangun sepak bola Pasuruan,” tambahnya.
Secara hitung-hitungan, laga ini mempertemukan lini serang subur melawan lini pertahanan solid. Siapa yang lebih konsisten sepanjang 90 menit, dialah yang akan melangkah ke semifinal.
Sore ini, publik sepak bola Pasuruan akan menyaksikan apakah Purwodadi mampu menembus benteng Pandaan, atau justru Pandaan yang berhasil memanfaatkan celah untuk membuat kejutan.(*)